Published On: Rab, Agu 19th, 2015

Dinkes Tuban Butuh Tenaga Kesehatan Non PNS

TUBAN

SAIFUL HADI: Kita rencanakan akan merekrut 90 tenaga mulai dari dokter, perawat, bidan  serta tenaga kesehatan lainnya.

SAIFUL HADI: Kita rencanakan akan merekrut 90 tenaga mulai dari dokter, perawat, bidan serta tenaga kesehatan lainnya.

seputartuban.com-Mengantisipasi kekurangan tenaga kesehatan dengan tidak adanya rekrutmen CPNS tahun 2015 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban akan merekrut pegawai non PNS.

Rekrutmern di tengah keputusan moratorium (penghentian) rekrutmen CPNS ini dilakukan agar layanan kesehatan terhadap masyarakat di Kabupaten Tuban menjadi semakin dinamis.

Mengingat layanan kesehatan itu sendiri merupakan kewajiban Pemkab Tuban sesuai amanat undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

“Karena tahun ini tidak ada rekrutmen CPNS, untuk mencukupi kebutuhan akan kita rekrut tenaga medis non PNS,” tega Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, Rabu (19/8/2015) siang.

Menurut dia, tenaga medis di lingkup puskesmas paling mendesak untuk segera diisi.  Berdasar standarnya setiap puskesmas harus memiliki 19 pegawai. Namun saat ini dari 33 puskesmas yang ada di Kabupaten Tuban mayoritas dari jumlah tersebut.

“Kita rencanakan akan merekrut 90 tenaga mulai dari dokter, perawat, bidan serta tenaga kesehatan lainnya,” katanya.

Hanya saja, ibuh Saiful, untuk jumlah tenaga non PNS itu akan disesuaikan anggaran yang tersedia serta diselaraskan dengan kegiatan yang sudah direncanakan.

“Dengan begitu pelayanan kesehatan bisa lebih baik. Karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tandas Saiful.

Sementara di lingkungan Dinkes Tuban sendiri saat ini butuh tenaga tambahan. Idealnya untuk SKPD sekelas Dinas Kesehatan idealnya memerlukan tenaga atau pegawai sebanyak 900 orang.

Tapi sekarang yang ada hanya 600 pegawai. Akibatnya banyak puskesmas yang kekurangan pegawai. Masing-masing puskesmas seharusnya ada empat tenaga perawat, tenaga gizi, farmasi juga kesehatan lingkungan dan dokter.

Sedangkan untuk puskesmas untuk rawat jalan harus ada seorang dokter dan puskesmas rawat inap dua dokter. Saat ini ada beberapa puskesmas rawat inap seperti Bancar, Jatirogo, Singgahan dan Puskesmas Bangilan hanya memiliki satu dokter. Sedangkan setiap tahunnya di lingkungan Dinkes Tuban ada sebanyak 40 pegawai yang pensiun.

“Sementara ini kita mengoptimalkan tenaga yang ada agar pelayanan tidak terganggu,” ucap Saiful sembari membeber meski waktu rekrutmen masih belum ditetapkan, tetapi dipastikan akan dilaksanakan tahun 2015 ini.

moratorium CPNSSekadar mengingatkan, rekrutmen CPNS tahun ini akhirnya ditiadakan. Keputusan itu diambil menyusul kebijakan moratorium CPNS yang ditetapkan pemerintah. Nantinya, rekrutmen akan dibuka kembali pada 2016 mendatang.

Dengan begitu, tahun ini tidak ada penerimaan CPNS baik dari pelamar umum maupun honorer K2.

Meski begitu, masih ada alokasi CPNS untuk lulusan sekolah ikatan dinas seperti BMKG, IPDN, BPS dan STAN. Selain lulusan sekolah itu bakal diberlakukan moratorium.

Berdasar kesepakatan bersama dengan DPR, rekrutmen CPNS dimulai tahun depan. Nantinya yang direkrut adalah CPNS dari pelamar umum dan honorer K2 serta pegawai pemerintah denganperjanjian kerja (PPPK).

Tahun ini pemerintah akan melakukan analisa terhadap data dan menyusun roadmap kepegawaian.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author