Published On: Sab, Feb 9th, 2013

Diduga Darah Tinggi, Tukang Becak Tewas Jatuh Tersungkur

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

TUBAN

Korban saat diidentifikasi Polisi dilokasi kejadian

Korban saat diidentifikasi Polisi dilokasi kejadian

seputartuban.com – Takrib (53) warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ditemukan tewas di kawasan parkir Terminal Sunan Bonang, Tuban. Jumat (8/2/2013), sekitar pukul 09.00 WIB.

Awal kejadian, Takrib terlihat oleh temannya, sehabis menarik becak dan menurunkan penumpang dari arah selatan. Selanjutnya, Takrib akan kembali menuju pangkalan becak di Terminal Wisata Sunan Bonang tersebut. Setelah becaknya diparkir, Takrib kemudian berteduh dibawah pohon.

Nahasnya, korban yang saat itu nampak sudah mulai berjalan sempoyongan. Tepat dibawah pohon yang ada dikawasa parkir bus, Korban terjatuh dan terjungkal. Hingga pelipis kanannya menghantam pot pohon itu. Korban langsung meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Salah satu pemilik warung kopi didekat lokasi kejadian, Kastini (45), mengatakan warga sekitar yang melihat kejadian ini berlarian menuju lokasi. Karena korban terjatuh tidak jauh dari lokasi warung kopi. “Saat itu korban sempoyongan dan langsung terjatuh. Orang-orang yang sedang ngopi pun lari menuju Takrib karena korban terjatuh dihadapan warga yang sedang ngopi,” tuturnya.

Sejumlah rekan korban sesama tukang becak, langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tuban. Setelah petugas Identifikasi datang, langsung melakukan visum terhadap jasad korban. Dari visum yang dilakukan petugas Kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Mengenai luka dipelipis korban, diduga akibat benturan dengan pot. Setelah divisum, jasad korban kemudian di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Koesma, Tuban.

Kapolsek Tuban, AKP Basir, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, menegaskan korban diduga memiliki penyakit darah tinggi. Saat selesai bekerja, penyakitnya kambuh hingga terjatuh. Bersamaan, kepala korban mengenai pot pohon.

“Korban meninggal di lokasi. Pelipisnya mengenani ris pohon (pot pohon). Itu tukang becak bukan peziarah. Sudah diserahkan keluarga,” ungkapnya.

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author