Published On: Sen, Sep 17th, 2018

Didik Mukrianto ; Mas Ibas Jadi Warga PSHT Lebih Menguatkan Bangsa

seputartuban.com, MADIUN – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memiliki warga baru. Yakni seorang putra bangsa, sekaligus putra mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Dia sudah disahkan menjadi warga PSHT di Pendopo Agung Madiun, Sabtu (15/09/2018).

SERIUS : Ibas saat mengikuti salah satu tahapan tea calon warga, yakni tes ayam jago

Pada saat yang bersamaan juga disahkan anggota DPR RI, Hartanto Edhie Wibowo anggota Komisi V DPR RI yang juga adik bungsu Ani Yudhoyono (istri SBY). Serta Anton Sukartono Suratto (Wakil Ketua Komisi V DPR RI) . Mereka disahkan bersamaan dengan warga baru PSHT lainnya di Padepokan Agung, PSHT Pusat Madiun.

Salah satu pelatih yang juga sahabat Ibas, Didik Mukrianto mengatakan dengan disahkannya putra bangsa menjadi warga PSHT, diharapkan akan berdampak positif bagi bangsa. Karena ajaran adi luhung PSHT diterapkan dalam berbangsa dan bernegara melalui tokoh nasional.

JELANG JADI : Ibas dan lainnya menjelang prosesi pengesahan menjadi warga PSHT

“Saya yakin dan berharap dengan amanah yang diterima beliau sebagai warga baru PSHT. Tentu harus mendatangkan manfaat buat diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Karena ajaran mulia PSHT mengajarkan untuk senantiasa menebar kebaikan untuk sesama, Urip Iku Urup,” katanya.

Didik Mukrianto yang juga disahkan menjadi warga tingkat II pada (14/09/2018) menambahkan dengan menjadi warga PSHT, anggota DPR RI itu yakin Ibas akan mampu mengamalkan ajaran, pitutur luhur maupun wejangan para sesepuh PSHT. “Beliau akan semakin tawadhu menjalani hidup dengan memegang teguh ajaran,” imbuhnya.

Ibas mengikuti latihan sudah 2 tahun. Kemudian pada bulan Suro atau Muharram, tradisi PSHT mengesahkan warga baru. Secara tahapan latihan dari tingkat dasar hingga calob warga telah dilalui. Kemudian dia dapat disahkan menjadi warga baru melalui sejumlah tahapan akhir. Mulai tes ayam jago, membeli langsung daun sirih ke pasar, hingga mengikuti ritual pengesahan yang dipimpin langsung para sesepuh PSHT dengan sejumlah prasarat teknisnya.

WARGA BARU : Didik Mukrianto, kini sah menjadi warga tingkat II PSHT

“Saya cukup bangga dan terharu Mas Ibas, Mas Anto dan Mas Anton yang telah lulus menimba ilmu di kawah candra dimuka PSHT. Saya cukup kaget kesabaran sahabat-sahabat saya, setelah berlatih 2 tahun, akhirnya bisa ikut w pengesahan sebagai waga baru di tahun ini, ” jelas Didik yang juga Ketua Umum Pusat Karang Taruna Nasional itu.
Diketahui, Jumat (14/09/2018), di Padepokan Agung PSHT dilakukan pengukuhan H. Isbiantoro menjadi satu-satunya warga PSHT tingkat III. Serta pengukuhan Didik Mukrianto menjadi warga tingkat II.

PSHT adalah Pencak Silat kultural yang didirikab sejak tahun 1922 oleh Ki Hajar Hadjo Oetomo. Hal itu dilakukan sebagai sarana perjuangan bangsa. Atas dedikasi dan nasionalisme tinggi itu, pada tahun 1950, negara menganugerahi menjadi pahlawan perintis kemerdekaan. Ajaran nasionalisme itu hingga saat ini masih terjaga dalam beragam bentuk di PSHT yang terus diwariskan turun temurun.

“Allah SWT akan menjadi bagian penting dalam meneruskan perjuangan dan cita-cita pendiri, guru dan sesepuh PSHT. PSHT menjadi pilar penting yang tidak bisa dipisahkan dengan NKRI. PSHT selalu hadir dan paling depan membangun “Character Building” generasi bangsa untuk menghadapi persaingan global dan degradasi moral. Tahun 2022 PSHT akan genap berusia 1 abad, kami akan teruskan dan perkuat PSH menjadi Moral Force, Social Control dan Agent Of Change u/ bangsa ini, ” pungkas Didik yang disahkan jadi warga tingkat I tahun 1989 itu. NAL

Facebook Comments

About the Author