Published On: Sab, Jul 30th, 2016

Didesak Warga, Semen Indonesia Butuh Dasar Hukum Cek Tanah Gaji

KEREK

seputartuban.com – Warga Desa Gaji yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG) kembali mendatangi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Kamis (28/7/2016). Puluhan warga memblokir jalan masuk dan menghadang semua kendaraan yang mau masuk ke perusahaan.

SEMANGAT BERJUANG : Perempuan asal Desa Gaji saat berunjuk rasa di depan kantor PT Semen Gresik menuntut penyelesaian kasus sengketa tanah

SEMANGAT BERJUANG : Perempuan asal Desa Gaji saat berunjuk rasa di depan kantor PT Semen Gresik menuntut penyelesaian kasus sengketa tanah

Aksi tersebut buntut dari kekecewaan warga terhadap keputusan hakim PTUN Surabaya yang menolak gugatan warga atas kasus sengketa tanah yang sudah berlangsung 13 tahun lalu. Warga menuntuk dilakukan cek lapangan atau pencocokan data tanah dengan kondisi di tanah sebenarnya.

Saat melakukan pemblokiran jalan, hampir terjadi bentrok dengan petugas keamanan.  Namun hal itu dapat direda dan pengunjuk rasa kembali melanjutkan aksinya.

Koordinator Warga, Abu Nasir menyampaikan bahwa warga meminta agar pihak perusahaan BUMN itu bersikap transparan. Warga meminta agar perusahaan mau melakukan cek data yang dimiliki perusahaan dengan kenyataan yang ada. Diduga kuat data yang dimiliki perusahaan salah. Tidak sesuai dengan kondisi nyata dilapangan.

KEPUNG PERUSAHAAN : Masyarakat Desa Gaji yang berunjuk rasa di depan Kantor PT Semen Gresik

KEPUNG PERUSAHAAN : Masyarakat Desa Gaji yang berunjuk rasa di depan Kantor PT Semen Gresik

Harapan warga, dengan dilakukan pencocokan data dan kondisi tanah, maka semuanya akan jelas dan kebenaran akan kelihatan. “Saya yakin pihak perusahaan tidak akan berani melakukan cek data dilapangan, karena proses yang dilakukan selama ini salah,” kata Abu Nasir.

Setelah melakukan orasi dan penutupan jalan selama 1 jam lebih, warga berusaha merangsek masuk kekantor dihalang kesiapan petugas keamanan. Bahkan beberapa pengunjuk rasa sudah berhasil naik pagar, tetapi setelah dibujuk petugas, akhirnya mereka kembali kejalan dan memblokir jalan itu.

Setelah itu, Kasi Bina Lingkungan PT SI, Wasito Edi keluar dari kantornya dan menemui warga. Namun saat akan memberikan penjelasan mewakili manajemen,  warga menolak dan. Alasannya dia bukan pejabat yang berkompeten. Padahal masyarakat meminta bertemu dengan pimpinan Semen Indonesia, agar mendapat kepastian.

“Kita tidak butuh jawaban atau penjelasan apapun, yang kita mau pihak perusahaan mau melakukan cek data dengan kenyataan dilokasi,” kata Abu Nasir.

Karena merasa kecewa, akhirnya warga memilih melanjutkan aksinya menuju ke gedung DPRD Tuban dengan mendapat pengawalan ketat dari petugas.

Sementara itu, Kabag Humas dan CSR PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, Wahyu Darmawan mengatakan bahwa pihaknya tetap mejunggu hasil keputusan final dari pengadilan. Pihaknya tidak mau melakukan cek data bila tidak ada perintah pengadilan atau dasar hukumnya. “Kita menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh warga dan menunggu keputusan final dari pengadilan, apapun itu keputusannya akan kita terima,” jelas Wahyu Darmawan.

Menurut Wahyu perusahaanya tetap beranggapan bahwa proses pembelian yang dilakukan sudah benar. Bila dinyatakan salah harus dibuktikan dipengadilan, karena memiliki kekuatan hukum. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author