Published On: Rab, Nov 22nd, 2017

Dibanding Tahun Lalu, Oktober 217 Penjualan Semen Gresik Group Naik 11,8 Persen

seputartuban.com – Berdasarkan rilis perusahaan, penjualan produk Semen Indonesia group pada Oktober 2017 mengalami kenaikan 11,8 % dibading bulan yang sama pada tahun 2016.
Kenaikan penjualan tersebut sudah termasuk pasar domestik dan ekspor selama Oktober 2017 sebanyak 2,1 juta ton. Naik dari penjualan selama Oktober 2016 sebanyak 2,61 juta ton. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan pada September 2017, penjualan tersebut lebih tinggi. Pasalnya, pada akhir kuartal III tersebut, penjualan semen perseroan untuk pasar domestik dan ekspor tumbuh 6,3%.

Dengan dirincian, penjualan domestik Semen Indonesia Grup, yang terdiri dari Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa, tercatat sebesar 2,77 juta ton, meningkat 8,8 persen. Semen Gresik mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yaitu 13 persen, sedangkan pertumbuhan penjualan Semen Tonasa menurun 1,5 persen.

Secara komulatif, selama Januari—Oktober 2017 penjualan semen Semen Indonesia Grup tumbuh 9,3% dari 21,67 juta ton menjadi 23,69 juta ton. Pertumbuhan ini naik tipis dibandingkan pertumbuhan penjualan sepanjang Januari-September 2017 yang sebesar 9,0%.

Untuk pasar ekspor, secara keseluruhan pertumbuhan penjualan Semen Indonesia Grup sebesar 131,2 persen. Semen Gresik tidak mencatatkan penjualan, sedangkan Semen Padang mencatatkan pertumbuhan penjualan semen ekspor sebesar 15,1 persen dan Semen Tonasa sebesar 603,6 persen.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Agung Wiharto, mengatakan pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi tersebut disebabkan adana pembangunan infrastruktur pemerintah maupun swasta. “Penjualan semen curah kami tumbuh lebih besar dibandingkan semen sak atau ritel, lebih banyak permintaan ke proyek,” katanya, Senin (20/11/2017).

Walaupun pertumbuhan penjualan semen curah lebih tinggi dibandingkan dengan semen sak, Agung menyebutkan porsi penjualan semen curah masih lebih rendah, yakni sebesar 40%, sedangkan semen sak berkontribusi sebesar 60% terhadap total penjualan.

Selain itu, pola permintaan pasar naik jelang akhir tahun juga menjadi pendorong penjualan naik. Karena anggaran pemerintah biasaya disetujui pada April. Sedangkan pelaksanaan proyek infrastruktur mulai dikerjakan pada kuartal akhir tahun yang sama.
Untuk pasar ekspor, permintaan pada Oktober 2017 mengalami kenaikan sebesar 131,2 persen dari 62.829 ton menjadi 145.271 ton. Meski kebutuhan pasar ekspor naik tajam, Semen Indonesia Group tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri. RLS/Nal

Facebook Comments

About the Author