Published On: Rab, Mei 20th, 2015

Di Tuban Pengangguran Terus Menggurita

TUBAN

NURJANAH: Angkatan kerja di Kabupaten Tuban ini tidak relevan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia.

NURJANAH: Angkatan kerja di Kabupaten Tuban ini tidak relevan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia.

seputartuban.com–Tingginya angka pengangguran di Tuban tidak sebanding lurus dengan bertumbuh besarnya industrialisasi di kabupaten yang kini dipimpin duet Bupati Fathul Huda dan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein.

Kepala Dinas Sosial dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tuban, Nurjanah, mengatakan angka penganguran yang terus bertambah dalam setiap tahunya dikarenakan jumlah pencari kerja tidak sepadan dengan tersedianya jumlah lapangan pekerjaan.

“Angkatan kerja di Kabupaten Tuban ini tidak relevan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia,” ujarnya usai mengikuti pembukaan pameran bursa kerja di GOR Rangga Jaya Anoraga, Rabu (20/05/2015) siang.

Menurut dia, saat ini jumlah pengangguran di Tuban mencapai 3,63 persen dari jumlah  angkatan kerja 569.185 jiwa. Dari jumlah itu yang sudah bekerja 548.541 orang. Selebihnya  masih terombang ambing.

Nurjanah berharap, pameran bursa kerja ini mampu menyerap angkatan kerja baru di Kabupaten Tuban. Dari 1.635 lowongan pekerjaan yang di sediakan 33 perusahaan itu diminati oleh masyarakat sehingga angka pengangguran berkurang.

Sekedar mengingatkan, pengangguran merupakan problem besar tidak hanya di negara berkembang tetapi juga negara-negara maju.

Namun demikian tingkat pengangguran di negara-negara berkembang pada umumnya lebih tinggi. Pengangguran mempunyai dampak negatif tidak hanya pada masalah ekonomi, tetapi juga menjadi pemicu kerawanan sosial. ARIF AHMAD AKBAR

Pemicu Pengangguran

Pertumbuhan penduduk yang cepat menciptakan banyak     pengangguran karena meningkatnya   jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja.
Ketidakberhasilan sektor industri. Pola investasi yang ada cenderung padat modal  menyebabkan semakin kecil terjadinya penyerapan tenaga kerja.
Angkatan kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.
Ketidakstabilan perekonomian, politik, dan keamanan negara. Krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 juga menyebabkan terjadinya pengangguran sebanyak 15,4 juta orang.
Pajak penghasilan(PPn) yang tinggi (progresif) akan membuat orang cenderung mengurangi  jam kerja.
Perkembangan teknologi tinggi yang tidak diimbangi oleh keterampilan dan pendidikan dari para pencari kerja.
Tidak ada kecocokkan upah, karena tidak semua perusahaan mampu dan bersedia mempekerjakan seorang pelamar dengan tingkat upah yang diminta pelamar.
Tidak memiliki kemauan wirausaha. Orang yang tidak punya kemauan kerja tidak akan berusaha menciptakan lapangan kerja sehingga ia harus menunggu uluran tangan dari orang lain.
Adanya diskriminasi ras, gender, orang cacat mengakibatkan timbulnya pengangguran.

referensi: berbagai sumber diolah

 

Facebook Comments

About the Author