Published On: Sel, Okt 7th, 2014

Di Tuban Penambangan Pasir Silika “Bodong” Kian Menjadi

SINGGAHAN

DIDUGA BODONG: Salah satu area penambangan pasir silika di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singahan. (foto: ARIF AHMAD AKBAR)

DIDUGA BODONG: Salah satu area penambangan pasir silika di Desa Kedungjambe, Kecamatan Singahan. (foto: ARIF AHMAD AKBAR)

seputartuban.com–Seiring perkembangan teknologi dengan berbagai inovasinya, belakangan  pasir silika menjadi sebuah komoditi mineral pertambangan, khususnya kategori galian C dengan aneka fungsi dan kegunaannya. Demand terhadap produk ini cukup meningkat sejalan dengan penemuan dan pertumbuhan teknologi.

Kabupaten Tuban sendiri dengan gususan perbukitan kapur menjadi salah satu wilayah yang kaya akan potensi komposisi senyawa dari CaO, SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, K2O serta MgO tersebut.

Sebagai akibatnya, banyak bermunculan para pengelola pasir silika di Kabupaten Tuban menawarkan berbagai produk pasir. Mulai dari tambang besar hingga tambang rakyat. Sayangnya, gairah bisnis tersebut tak berbanding lurus dengan konsep penyelamatan lingkungan. Ujung-ujungnya yang jadi korban rakyat lagi.

Penelesuran seputartuban.com, salah satu wilayah potensi pasir silika yang belakangan ini diduga ditambang secara liar adalah Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan. Secara kasat mata, maraknya perusahaan pasir silika “bodong” di wilayah ini limbah pencuciannya disinyalir masuk ke aliran air irigasi persawahan.

Sontak warga resah. Sebab tanpa disadari limbah dari proses pencucian pasir silika ini mengalir masuk ke saluran irigasi yang akan berdampak buruk bagi tanaman. Dugaan ini tak berlebihan. Apalagi mengada-ada. Terbukti, pengaturan jarak penampungan limbah dari mesin vacum hanya berjarak tak lebi satu meter dari induk irigasi persawahan setempat.

Pasir kuarsa atau pasir yang mengandung kadar silika sebesar 96 persen ini di ambil dari Kali Bokong di Dusun Kenthi, Desa Talangembar, Kecamatan Montong dengan menggunakan dump truck. Dari proses ini kemudian penampungan dicampur dengan air sungai yang di ambil dari irigasi persawahan Desa Kedungjambe kemudian dialirkan ke bak screen ntuk dipisah antara pasir halus dan kasar. Lokasi ini tepat di sisi jalan lintas Provinsi Bojonegoro – Jatirogo.

“Secara otomatis pasir halus mengalir masuk ke tempat vacum untuk dipisah dari kadar air. Sesudah itu pasir dinaikkan ke conveyor dan secara otomatis akan masuk ke bak truck. Sayangnya perusahaan tersebut diindikasikan bodong,” papar sejumlah warga Desa Kedungjambe.

Menggapi itu Kepala Satpol PP Pemkab Tuban, Heri Muharwanto, mengatakan soal keberadaan tambang pasir silika di Desa Kedungjambe belum ada laporan dari pihak masyarakat maupun  Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tuban. Namun dirinya berjanji, jika ada masyarakat yang melapor sesegera mungkin akan ditindaklanjuti.

“Kami melakukan peran sesuai dengan apa yang ada di perbup dan perda. Selain itu belum ada konfirmasi sama sekali dari Distamben,” katanya, Selasa (07/10/2014) siang.

Heri menjelaskan, langkah pertama yang akan ditempuh terkait dugaan penambangan liar adalah diperingatkan. “Bila masih membangkang kami panggil. Kalau di panggil tidak juga datang maka kami baru berani melakukan exekusi lapangan” ungkapnya.

Selain di Desa Kedungjambe perusahaan pencucian pasir kuarsa juga tumbuh subur di Desa Suciharjo Kecamatan Parengan.  Hingga saat ini mereka secara terang-teranga beroperasi meski keberadaanya mengancam keselamatan lingkungan.

Sekedar tahu, dalam dunia perindustrian pemakaian pasir ini cukup pesat, baik langsung sebagai bahan baku pokok maupun bahan pelengkap. Sebagai bahan baku utama, contohnya untuk industri industri gelas kaca, tegel, semen, mosaik keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide bahan abrasit (ampelas dan sand blasting).

Sedangkan sebagai bahan pelengkap, misalnya pada pengecoran, industri perminyakan dan pertambangan, bata tahan api (refraktori) atau bata ringan, dan lain lainnya.

Manfaat pasir silika yang lainnya adalah dalam pembuatan semen yang dibarengi dengan batu kapur, tanah liat dan pasir besi. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos