Published On: Sel, Sep 9th, 2014

Di Tuban, Kurikulum 2013 Terkendala Buku Paket dan SDM Guru

TUBAN

SETENGAH HATI: Penerapan K-2013 yang mulai tahun ajaran 2014 serentak wajib dilaksanakan di kabupaten Tuban mengalami banyak kendala. Terutama sekolah yang berada di bawah payung Kementerian Agama (Kemenag)

SETENGAH HATI: Penerapan K-2013 yang mulai tahun ajaran 2014 serentak wajib dilaksanakan di kabupaten Tuban mengalami banyak kendala. Terutama sekolah yang berada di bawah payung Kementerian Agama (Kemenag)

seputartuban.com-Pro kontra yang sejak awal mendasari lahirnya Kurikulum 2013 (K-2013) berimbas pada pelaksanaan di lapangan.

Buktinya, penerapan K-2013 yang mulai tahun ajaran 2014 serentak wajib dilaksanakan di kabupaten Tuban mengalami banyak kendala.

Terutama sekolah yang berada di bawah payung Kementerian Agama (Kemenag).

Kasi Pendidikan Madrasah pada Kemenag Kabupaten Tuban, Muhlisin Mufa, menyebutkan salah satu kendala krusial yang hingga kini belum bisa diatasi adalah soal buku paket pelajaran umu dari Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Tuban, yang hingga kini sama sekali belum  diterima.

Namun, dia menegaskan sebenarnya semua madrasah di lingkungan Kemenag Tuban pada prinsipnya sudah siap mengapliasikan K-2013. Bahkan saat ini untuk buku pendukung pelajaran agama sudah didistribusikan ke sekokolah-sekolah yang ada.

“Sampai saat ini kita menerima paket buku pelajaran umum yang akan didistribusikan melalui Dikpora Tuban. Informasi yang saya terima dari Dikpora Tuban masih terkendala di percetakan,” jelas Muhlisin, Selasa (09/09/2014) siang.

Padahal, keluh dia, saat ini pelaksanaan pembelajaran sudah berjalan dua bulan. Akibat kendala teknis tersebut para guru terpaksa menggunakan buku yang lama yang bersumber  dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

Menurut Muhlisin, selain itu faktor penghambat lainnya hingga saat ini masih banyak guru yang belum memehami kurikulum terbaru tersebut. Untuk mengaplikasikannya tentu butuh fasilitas pendukung seperti peningkatan kompetensi tenaga pendidik atau guru.

“Berkaitan itu, Kemenang Tuban akan melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para guru, terutama yang sudah lulus sertifikasi. Sebab mereka juga mempunyai kewajiban untuk peningkatan kompetensinya, sehingga mereka bisa mengimplemetasikan kurikulum baru tersebut,” papar dia.

Disebutkan, jumlah sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag Tuban  untuk tingkat MI ada sebanyak 401 lembaga, tingkat MTs ada 96 lembaga dan tingkat MA sebanyak 34 lembaga.  MUHLISHIN

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos