Published On: Sel, Jun 30th, 2015

Di Tuban Dana Penanggulangan Kekeringan Cuma Rp 75 Juta

TUBAN

JOKO LUDIONO:Terus terang kekurangannya sangat banyak jika dilihat dengan anggaran yang ada.

JOKO LUDIONO: Terus terang kekurangannya sangat banyak jika dilihat dengan anggaran yang ada.

seputartuban.com-Dana penanggulan kekeringan Pemkab Tuban dianggap tidak sebanding dengan kondisi setengah lebih wilayahnya yang tiap tahun menjadi langganan krisis air.

Hal tersebut dapat dibaca minimnya APBD Kabupaten TUban untuk penanggulangan kekeringan yakni Rp 75 juta per tahunnya. Tapi jika ditilik dari angka, anggaran tahun 2015 ini sudah lebih lumayan jika dibanding tahun 2014 yang hanya Rp 50 juta.

Minimnya anggaran tersebut, sebut Kepala BPPBD Kabupaten Tuban Joko Ludiono, sesuai laporan dari kecamatan yang memiliki daerah berpotensi terjadi kekeringan dibutuhkan anggaran Rp 610 juta.
“Terus terang kekurangannya sangat banyak jika dilihat dengan anggaran yang ada. Kita sudah koordinasi dengan kecamatan untuk melakukan inventarisasi wilayahnya yang berpotensi mengalami kekeringan,” ungkap Joko, Selasa (30/06/2015) siang.

Dia menerangkan, berdasarkan laporan dari BMKG musim kemarau akan terjadi sampai November, Hal itu disebabkan karena adanya el nino. Di Kabupaten Tuban ada delapan kecamatan yang masuk daerah rawan kekeringan. Diantaranya Kecamatan Parengan, Semanding, Grabagan, Rengel, Soko, Kerek, Montong dan Kecamatan Senori.

Namun tahun lalu ada sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan dan dianggarkan melalui APBD 2014 sebesar Rp 50 juta. Puncak kemarau diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang, namun Juli sudah ada beberapa daerah yang berdampak.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan SKPD untuk menangani dampak dari kekeringan itu secara bersama-sama,” tandas mantan Camat Grabagan ini.

Sedangkan terkait minimnya anggaran itu, Joko mengatakan, semoga seperti tahun-tahun lalu mendapatkan bantuan baik dari pmerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan yang diperkirakan itu.

“Kita akan mengajukan bantuan ke BNPB dan juga pemerintah provinsi dalam penanggulangan bencana kekeringan itu,” imbuh dia.

Disebutkan, bencana kekeringan selalu terjadi setiap tahun pada beberapa wilayah di Tuban. Kekeringan dapat mengakibatkan beberapa dampak seperti gangguan kesehatan, pertanian dan juga kerusakan lingkungan.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. wong ndeso berkata:

    sangat memprihatinkan jketika menyangkut urusan rakyat yg kekurangan pemkab seakan menutup mata’tolong pak bupti pak dprd msalah kekeringan msalah yg urgen bahkn untk mendpt air orang hrus berjlan berkilo2’kok cmn di ksih dna segitu cba bandingkan dng dana mamin pejabt’atau seragam pejabat bahkn dna2 reses dprd snagt njomplng’tlonglah pak bupati’dprd’anda diplih oleh rakyat utamakan kepentingan rakyat’

  2. Salim berkata:

    Anggaran kekeringan KOTA TUBAN Cuma Rp 75 Juta

    Dana yang di anggarkan haruslah di kaji ulang oleh pemerintah kota tuban,kekeringan yang nantinya akan terjadi akan sangat mempengaruhi sektor ekonomi yang menyebabkan kemiskinan makin meningkat dan dampak yg betul-betul perlu diperhatikan oleh pemerintah kota tuban yaitu dengan meningkatnya kemiskinan akan memaksa tingginya tingkat kriminalitas.