Published On: Kam, Jan 21st, 2016

Dendam Berdarah, Korban Tewas Dibacok Berulang Kali Tanpa Saksi

KEREK

DENDAM BERDARAH : Tim INAFIS Polres Tuban saat melakukan identifikasi jasad korban di lokasi kejadian

DENDAM BERDARAH : Tim INAFIS Polres Tuban saat melakukan identifikasi jasad korban di lokasi kejadian

seputartuban.com – Rabu (20/1/2016) pukul 04.00 WIB Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban terjadi pertumpahan darah. Lamidin (25), warga Dusun Kanoman desa setempat membacok Warnadi (30), warga Dusun Sidorejo, Desa Gaji, Kecamatan Kerek, hingga tewas ditempat.

Menurut informasi dari kepolisian atas pengakuan tersangka, peristiwa tanpa saksi mata itu bermula saat tersangka dan korban bertemu disebuah warung. Sekitar lokasi hiburang langen tayub acara hajatan warga Desa Wolutengah. Keduanya saling bertatapan mata, membuat tersangka teringat dirinya pernah dianiaya oleh korban setahun lalu.

Ternyata pertemuan itu membuat tersangka marah. Kemudian dia pulang dan mengambil pedang sepanjang 1 meter dari kamar rumahnya. Kemudian tersangka menunggu di lokasi parkir sepeda motor korban. Didekat jalan raya atau kawasan halaman rumah milik Rasidi, warga setempat.

Setelah korban keluar dari kawasan hiburan hajatan itu, dan akan menghampiri sepeda motornya, langsung dibacok dari belakang mengenai kepala korban. Setelah dia tersungkur, tersangka masih membacoknya hingga 8 kali.

Setelah itu, tersangka meninggalkan korban dan menuju ke rumah Kepala Desa. Untuk mengakui perbuatanya dengan membawa sebilah pedang yang dipakai menghabisi korban.

Kepala Desa Wolutengah, Rasdan mengatakan saat ia baru pulang dari acara pagelaran tayub, mendapat laporan dari warganya bahwa telah terjadi pembunuhan. Tak berselang lama, tersangka datang untuk menyerahkan diri. Kemudian diantarkan ke Polsek Kerek bersama barang bukti sebilah pedang yang dipakai membunuh korban.

“Saya baru saja sampai rumah dan dapat kabar kejadian itu. Pelaku menyerahkan diri dan saya suruh perangkat saya untuk mengantarkan ke Polsek,” jelas Rasdan saat dilokasi kejadian.

Rasdan menambahkan tersangka juga mengaku kepadanya bahwa membunuh korban karena dendam lama. “Dari keterangan pelaku, ia sering dianiaya, sehingga pelaku marah dan nekat membunuh korban,” sambungnya.

Kejadian berdarah itu tidak ada saksi mata. Bahkan pemilik rumah yang halamanya dipakai pertumpahan darah juga tidak mengetahuinya. Karena sudah tertidur lelap usai menonton pagelaran tayub.

Kapolsek Kerek, AKP. Tamami mengatakan pihaknya masih menjalani penyidikan kepada tersangka. “Hasil olah TKP-nya, Korban meninggal karena bacokan pedang itu mengenai batang otak. Hingga korban mengeluarkan darah terlalu banyak dan nyawanya tidak dapat terselamatkan,” jelasnya.

Tersangka kini di tahan di Mapolres Tuban untuk menjalani pemeriksaan. Serta dijerat dengan pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun hingga seumur hidup. Sementara mayat korban dibawa ke RSUD Dr. Koesma Tuban untuk dilakukan otopsi. MUHLISHIN/ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author