Published On: Kam, Mei 16th, 2013

Demo Puspres, Pelajar Sebut Tuban Bumi Karnopen

Share This
Tags

TUBAN

demo Puspres

MENYOAL BNK : Pelajar yang tergabung dalam Puspres menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Tuban

seputartuban.com – Para pelajar Pusat Palajar Respek Sosial (Puspres) kembali menggelar aksi kesekian kalinya. Kali ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Tuban, Rabu (15/05/2013) sore.

Kedatangan puluhan pelajar itu mendesak kepada Pemkab Tuban agar segera membentuk Badan Narkotika (BNK)Kabupaten  Tuban. Selama ini dianggap BNK belum terbentuk di Kabupaten Tuban. Hal ini mengakibatkan banyaknya penyalahgunaan Narkoba. Dan akan semakin banyaknya pelajar yang terjerat dalam jalan sesat itu.

Ketua Puspres Hendrik Estiono, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, aksi ini karena Pemkab dinilai lamban dalam membentuk BNK. Dan pemberantasan Narkoba di Tuban selama ini terkesan sekedarnya. Dan menuding para penegak hukum tidak memiliki nyali untuk memberantas penyebaran Narkoba. “Tuban bukan Bumi Wali, melainkan Bumi Karnopen. Aksi dan Audiensi sudah seringkali kami lakukan, namun hanya sebatas janji,” ujarnya.

Masih menurut Hendrik, hal ini terbukti selama ini yang ditangkap adalah pengedar karnopen saja. Tidak pernah sekalipun bandar besar tersentuh hukum. ”Ada apa ini antara bandar narkoba dengan penegak hukum,” kecamnya.

demo Puspres2

TEMUI : Sekda Kab. Tuban, Heri Sisworo saat menemui perwakilan Puspres

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tuban, Heri Sisworo saat menemui perwakilan Puspres di Kantor Pemkab Tuban mengatakan, BNK Tuban sudah terbentuk sejak 2003 lalu. Terbukti dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Tuban Nomor 188.45/ 72/414.012/2003.

Disoal alokasi dana, Heri menegaskan bahwa pendanaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun besarnya dana tidak diketahui. Alasannya, dana sudah dibagi pada setiap satuan kerja (Satker).

“Kita kerjanya Preventif, dengan penyuluhan kepada masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, dan lainnya. Setiap Satker ada yang Rp. 10 juta sampai Rp. 40 juta, ” ungkapnya.

Usai mendapat penjelasan dan foto copi SK Bupati, para pelajar membubarkan diri dengan tertib. (han)

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Goprak berkata:

    Iya ya ,…….Bumi wali kog jadi sarang para bandar Karnopen dan produsen Minuman keras/arak, terkadang ada operasi atau penggerebekan itupun juga abal2. Kalo dibentuk BNK pun ya harus yang betul2 punya kewenangan untuk melakukan penangkapan jadi gak usah melibatkan Polisi.