Published On: Kam, Feb 27th, 2020

Demi Bela Suami Dipenjara, Istri Jualan Sabu

seputartuban.com, TUBAN – Seorang ibu rumah tangga warga Desa Bogorejo,Kkecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jatim , UF (29) menjadi pengedar sabu demi suaminya. Menurut pengakuannya, hasil mengedarkan sabu akan digunakan untuk membayar pengacara. Untuk dapat melakukan pembelaan hukum terhadap suaminya.

JUMPA PERS : Kapolres Tuban dan perwira lainnya saat jumpa pers di Mapolres Tuban

Suami UF, sudah ditangkap dalam kasus yang sama tahun 2019. Kemudian dia diminta suaminya untuk menjadi pengedar dan hasilnya akan digunakan untuk menyewa pengacara. “Hasil penjualan sabu nantinya akan digunakan untuk menyewa pengacara. Untuk memberi pembelaan hukum kepada suami saya dan untuk kebutuhan sehari-hari,”katanya UF saat jumpa pers di Mapolres Tuban, Rabu (26/2/2020).

Selain itu,UF mejelaskan agar bisa  berjualan Sabu, ibu satu anak itu rela menjual motor seharga Rp. 9,5 untuk modal menjual sabu. Dari hasil menjual motor, UF gunakan untuk membeli sabu seberat 13 gram dari salah satu bandar narkoba asal Kabupaten Pasuruan. Sabu yang telah dibeli itu kemudian ia bagi menjadi beberapa bagian yang dibungkus mengunakan plastik klip. Selanjutnya ia edaran ke sejumlah pelanggan.

Menurut pengakuannya, tersangka baru enam bulan berjualan sabu. Hasil penjualannya selain ditabung untuk menyewa pengacara, sisanya juga ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab sejak suaminya dipenjara UF lah yang menjadi tulang punggung keluarga.  “Saya punya anak satu umur 9 tahun dan sekarang ikut neneknya di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan UF ditangkap di depan rumahnya Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak pada Selasa (28/1/2020), lalu. Pada pukul 01.00 WIB dan dari tangan tersangka polisi berhasil menyita 13 gram sabu yang ia simpan dalam dompetnya. “Pelaku berencana akan mengantarkan sabu yang sudah dipesan oleh pelanggan sebelumnya. Tapi belum sampai bertransaksi sudah kita tangkap,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 114 UU RI Nomor 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Tak hanya itu ,Polres Tuban, selain menangkap satu pelaku berinisial UF, polisi juga mengamankan 7 tersangka penyalahgunaan obat terlarang lainnya. Baik pengedar maupun pemakai. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos