Published On: Jum, Sep 15th, 2017

Dedikasi Tinggi Pendekar PSHT, Bagi Bonus Atlet Puluhan Juta Rupiah

seputartuban.com, TUBAN – Rasa memiliki Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang tinggi, pengusaha muda sekaligus warga pengesahan tahun 1993, membagikan bonus kepada para atlet dan bingkisan kepada wasit dan juri hingga puluhan juta rupiah. Bonus itu diserahkan saat acara penutupan Semen Indonesia Cup III, kejuaraan pencak silat PSHT se-ranting Cabang Tuban, Kamis (14/9/2017) malam di Graha Sandiya, PT Semen Gresik.

DEDIKASI TINGGI : Adi Widodo saat menyerahkan bonus kepada perwakilan dari Ranting Singgahan sebagai juara umum

Mujoko Sahid, tokoh PSHT sekaligus Ketua Rante Kerukunan Tokoh, serta tokoh Tuban selatan mengatakan yang dilakukan Adi Wibowo sebagai wujud apresiasi para kesatria-kesatria muda PSHT yang berbakat dan berprestasi. “Ini bentuk nyata rasa turut handarbeni PSHT. Dia tergugah hantinya untuk memberikan apresiasi,” katanya.

Kali ini total reward  yang diberikan total 48,6 juta rupiah. Yang dibagi kepada seluruh peraih medali emas dengan masing-masing Rp. 500 ribu dan peraih medali perak mendapatkan Rp. 200 ribu serta medali perunggu Rp. 100 ribu. Sedangkan juara umum mendapatkan Rp. 5 juta rupiah dan juga bingkisan kepada para wasit dan juri.

“Bonus itu diberikan kepada semua ranting yang meraih prestasi. Setelah kejuaraan nasional Jakarta Selatan Open, kini dikejuaraan antar ranting PSHT se-cabang Tuban. Totalnya 100 juta sudah diberikan kepada adik-adik kita,” imbuh tokoh muda berpengaruh.

Adi Widodo, pengusaha sukses yang juga Ketua Hubungan Antar Lembaga Pemerintah, Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Nahdlatul Ulama itu berpesan agar para atlet giat berlatih. Kelak agar dapat mengharumkan nama SH Terate Tuban dikancah kompetisi olahraga nasional bahkan dunia. “Beliau berjanji akan memperhatikan secara khusus adik-adik yang mampu berprestasi mengharumkan nama PSHT, mengharumkan Kabupaten Tuban,” ungkap Mujoko Sahid.

Pengusaha muda sukses asal Kecamatan Bangilan itu tergugah hatinya dengan gerakan yang dilakukan sahabat karibnya Mujoko Sahid. Sehingga ditengah kesibukannya yang padat, dia menyempatkan datang ke Kabupaten Tuban.

“Kami bershbt sejak kecil dari bngku SD sampai bersama ngangsu ilmu di PSHT. Dalam kesibukan masing-masing kami menyempatkan untuk berdiskusi

Bagaimana pencak silat dapat pembinaan yang berstandar. Potensi , prasarana dan sponsor sebaiknya terkemas satu paket.   Besar harapan kami silat bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat generasi untuk lebih punya jati diri.  Hadirnya sosok peduli seperti mas Adi Widodo seperti menjadi telaga ditengah terik. Semoga menggugah nurani yang lain untuk lebih peduli pada adik-adik yang tengah berjuang untuk berkarya nyata,” pungkasnya. NAL

Facebook Comments

About the Author