Published On: Ming, Agu 26th, 2018

Dansos Peduli Lombok Sudah Dapat Belasan Juta, Scooterist Tuban Terus Galang Dana

seputartuban.com, TUBAN – Komunitas pecinta vespa (Scooterist) di Kabupaten Tuban hingga saat ini masih melakukan pengumpulan dana bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok. Melalui beragam cara, mereka saat ini sudah mendapatkan hasil belasan juta. Namun masih terus berupaya mencari tambahan, karena direncanakan pengiriman bantuan berupa barang dikirim dengan truk.

SEMANGAT : Anggota Basindt saat mengumpulkan dana sambil mengikuti rekannya yang sedang menjadi peserta kehormatan gerak jalan peringatan HUT RI ke 73 di Kecamatan Bangilan

Brotherscoot Independet (Basindt), Club Vespa yang bermarkas di Kecamatan Bangilan itu melakukan penggalangan atas izin pimpinan kecamatan setempat. Melalui beragam cara, club yang juga aktif dalam kepedulian sosial lokal itu menggalang dana dari masyarakat.

Pertama berjualan kaos club, sebanyak 100 kaos terjual dengan laba Rp. 30,000 tiap kaosnya. Sehingga dari penggalangan ini mendapatkan dana Rp. 3 juta. Kemudian penggalangan dana juga dilakukan saat mengikuti gerak jalan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 di kecamatan setempat dan membuat pertunjukan musik di lapangan kecamatan. “Seluruhnya dapat Rp. 10 juta lebih, rinciannya ada di bendahara kami silahkan kalau ada yang mau cek. Ini kami akan terus mencari tambahan,” kata Ketua Basindt, Abdul Qodir Assegaf, Minggu (26/8/2018).

Menurut Mario (panggilan akrab Abdul Qodir Assegaf), korban gempa saat ini membutuhkan bantuan berupa selimut, sarung, susu balita. Kalau pakaian bekas sudah banyak dan jika dikirim uang sulit dibelanjakan di lokasi gempa. Hal itu berdasarkan informasi dari komunitas vespa lokal yang hingga saat ini masih siaga di lokasi korban gempa. “Se Indonesia saudara-saudara vespa yang mengumpulkan bantuan dikirim ke komunitas yang siaga disana sudah ada. Sebenarnya mau kita kirim Pos, tapi promo gratis kirim untuk korban gempa sudah tida ada,” imbuhnya.

SINERGI : Ketua dan anggota Basindt didampingi Camat Bangilan menghitung uang hasil sumbangan masyarakat

Sehingga direncanakan akan dikirim bersamaan dengan hasil penggalangan dari club lain dibawah naungan Scooterits Ronggolawe Bersatu (Scrob). “Ya rencana kita kirim dalam satu truk bareng dengan hasil club lain. Tapi kalau 1 truk itu setidaknya nilai barangnya Rp. 20 juta sampai Rp. 30 Juta sehingga kita masih perlu tambahan lagi,” ungkapnya.

Club Clavest yang bermarkas di kawasan Kecamatan Tambakboyo ini sudah berhasil mengumpulkan sekitar Rp. 3 juta lebih. “Anggota kita sudah berupaya dan akan terus berupaya sampai bantuan dikirim bersama. Karena kepedulian terhadap sesama, membantu korban bencana juga sudah jadi adat kita,” tutur Ketua Clavest, Darsoyin.

Sementara itu, Pengawas SCROB sekaligus Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Kabupaten Tuban, Cipnal Muchlip M mengatakan pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah mengeluarkan surat kepada seluruh Gubernur se Indonesia dan Bupati/Wali Kota se-Indonesia tertanggal 20 agustus 2018. Nomor 977/6131/SJ dan 977/6132/SJ perihal Bantuan Keuangan kepada Pemprov NTB dalam penanganan masyarakat terdampak bencana alam.

BERBAGAI CARA : Basindt saat mengumpulkan dana dengan cara melaksanakan pertunjukan musik

Adanya gerakan para scooterist mengumpulkan dana dari masyarakat akan mempercepat proses penanganan pasca bencana. “Pemerintah sudah surati kepala daerah agar memberi bantuan keuangan ke Pemprov NTB. Sedangkan upaya para scooterist ini semoga dapat menambah ringan beban para korban. Terkhusus para pihak terkait yang mau bersinergi dalam proses pengumpulan dana maupun pengiriman bantuan kita berharap ada yang mau agar kebaikan dipikul bersama,” harapnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author

Videos