Published On: Sel, Apr 12th, 2016

Danramil Plumpang Uraikan Persoalan Rendahnya Serapan Bulog

PLUMPANG

BLUSUKAN : Danramil Plumpang dan Kepala Bulog Divre III Bojonegoro saat meninjau tanaman padi petani Plumpang yang siap panen

BLUSUKAN : Danramil Plumpang dan Kepala Bulog Divre III Bojonegoro saat meninjau tanaman padi petani Plumpang yang siap panen

seputartuban.com – Danramil 0811/16 Plumpang, Kapten Inf. Istoha menilai rendahnya serapan gabah petani di Gudang Bulog karena banyak yang dibeli pedagang dan tengkulak. Hal itu disampaikan saat ditemui di kantornya, Senin (11/4/2016).

“Kalau data persentase gabah yang diserap Bulog di Wilayah Kec Plumpang,berapa saya tidak tahu rincinya. Tapi menurut saya belum cukup banyak. Jadinya ya gabah dijual ke pedagang,” kata dia.

Danramil mantan Pasi Intel Kodim Tuban itu, mengaku belum mengetahui pasti belum optimalnya serapan gabah oleh Bulog. Yang pasti, menurut dia tengkulak yang diuntungkan bila gabah tidak diserap oleh Bulog.

Opini yang berkembang di masyarakat, menjual gabah ke Bulog sulit. Penyebabnya, persyaratan yang rumit. Pandangan tersebut sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. “Petani sulit menembus gudang Bulog. Ini yang membuat serapan gabah oleh Bulog kurang. Sehingga perlu dilakukan penjelasan kepada para petani melalui Gapoktan ataupun Poktan,” katanya.

Disarankan agar Bulog melakukan pembenahan prosedur penyerapan gabah petani. Pendekatan itu mesti dilakukan untuk mengimbangi program kedaulatan pangan.

Untuk menyukseskan serapan lebih maksimal, Danramil bersama Kepala Bulog Divre II Bojonegoro, Efdal terjun langsung di Lapangan wilayah Kecamatan Plumpang untuk melihat langsung tanaman padi yang akan dipanen dan sekaligus menemui para petani untuk melakukan pendekatan.

Diharapkan akan memperoleh informasi langsung dari petani dengan jelas. Mengenai kondisi gabah kering panen yang akan diserap oleh Gudang Bulog Tuban. Pasca blusukan itu diharapkan Bulog dapat menyerap gabah petani lebih maksimal.Sehingga petani tidak lagi dipermainkan lagi oleh tengkulak. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author