Published On: Sel, Jul 7th, 2015

Danramil Bancar Temukan Indikasi Penyelewengan Bantuan Alat Pertanian

TUBAN

TEPAT SASARAN: Sejumlah traktor bantaun dari pemerintah pusat yang akan segera didistribuan kepada kelompok tani. (foto: MUHLISIN)  seputartuban.com – Dugaan penyelewengan dan komersialisasi bantuan alat pertanian berupa mesin pompa air serta hand tracktor dari Dinas Pertanian Pemkab Tuban kepada sejumlah kelompok tani (poktan) tenyata bukan isapan jempol.

Fakta timpang tersebut ditemukan Danramil Bancar Kapten Ghofar setelah melakukan telisik lapangan seputar rumor penyalahgunaan bantuan mesin pompa air  disalah satu desa di Kecamatan Bancar.

Kapten Ghofar mengatakan, hasil  penelurusan tim Babinsa Koramil Bancar menyebutkan modus dugaan dilakukan dengan cara dikomesilkan. Temuan awal mengindikasikan setiap petani yang akan menggunakan mesin pompa air hasil bantuan pemerintah tersebut ditarik uang sewa.

Sayangnya Kapten Ghofar belum mau menyebut berapa jumlah uang tarikan serta siapa pelakunya. Termasuk bagaimana sistem operasional mesin pompa air jatah kelompok tani tersebut.

Tapi indikasi lain menyebut jika bantuan mesin pompa air salah satu desa sudah tidak lagi berada dalam kekuasaan kelompok tani karena telah dijual.

“Terkait indikasi penyelewengan bantuan pompa air kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan Polsek Bancar,” ungkap Ghofar ketika dihubungi seputartuban.com melalui telepon genggamnya, Senin (06/07/2015) petang.

Dia menjelaskan, skandal bantuan pompa air tersebut mencuat setelah para petani yang menanyakan kelanjutan pogram tersebut kecewa karena tidak penah mendapatkan jawaban memuaskan.

Karena terkesan bebelit-belit dan tidak jelas, petani kemudian membawa pesoalan ini kepada Babinsa Koramil Bancar yang memang aktif membantu dan mengawal warga becocok tanam.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Suparno, aeolah tak terkejut ketika dihubungi soal karut marut tersebut. Dia hanya mengatakan jika bantuan itu dijual maka Ketua Poktan selaku penanggungjawab wajib menggantinya.

Kasus itu sendiri mencuat setelah sebelumnya para kades di Kabupaten Tuban keberatan terkait kebijakan pemkab setempat yang langsung memberikan bantuan alat pertanian berupa hand tractor (traktor tangan) poktan.

Kebijakan tersebut dinilai dapat melemahkan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan yang diikhtiarkan untuk kesejahteraan petani.

Kepala Desa Sawahan, Sunarto, mengatakan bantuan alat pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Tuban untuk menunjang aktifitas pertanian rawan disimpangkan, lantaran kades tidak dilibatkan secara langsung. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author