Published On: Jum, Sep 25th, 2015

Dandim Tuban Tanam Perdana SRI Indonesia

TUBAN

UNTUK PETANI: Dandim TubanLetkol Kav Rahyanto Edy Yunianto melakukan pencanangan tanam perdana sistem rice of intensification (SRI) dengan menggunakan mesin transplanter di Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Jumat (25/09/2015) pagi

UNTUK PETANI: Dandim TubanLetkol Kav Rahyanto Edy Yunianto melakukan pencanangan tanam perdana sistem rice of intensification (SRI) dengan menggunakan mesin transplanter di Desa
Kradenan, Kecamatan Palang, Jumat (25/09/2015) pagi

seputartuban.com-Dandim Tuban 0811 Letkol Kav Rahyanto Edy Yunianto melakukan pencanangan tanam perdana sistem rice of intensification (SRI) dengan menggunakan mesin transplanter di lahan pertanian Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Jumat (25/09/2015) pagi.

Pola tanam yang kemudian dikenal dengan SRI Indonesia tersebut adalah salah satu jawaban dari krisis pangan saat ini, sebagai upaya mewujudkan cita-cita swasembada pangan nasional.

“Pencanangan tanam perdana kali ini merupakan tindak lanjut program ketahanan pangan menuju swasembada pangan, di mana di dalamnya TNI AD menjadi bagian penting yang wajib mensukseskannya,” ungkap Rahyanto usai melakukan pencanangan SRI Indonesia.

Dalam acara yang dihadiri Bupati Tuban Fathul Huda dan Kepala Dinas Pertanian Hery Prasetyo juga kelompok tani Sri Rejeki Desa Kradenan, Muspika Kecamatan Palang, para kepala desa serta masyarakat petani, Rahyanto berharap semua pihak mendukung kebijakan pemerintah sehingga swasembada pangan tahun 2017 dapat tercapai.

“TNI AD sebagai pendamping dalam mendukung ketahanan pangan akan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Tuban,” tegas dia dalam kegiatan yang turut dihadiri seluruh Babinsa dan Babinkamtibmas tersebut.

Dalam kesempatan ini Dandim 0811 Tuban juga menegaskan kepada Babinsa agar selalu bersinergi dengan PPL pertanian serta para kepala desa di wilayahnya masing-masing.

grafis: seputartuban.com

grafis: seputartuban.com

“Dan untuk mencapai semua program tersebut kuncinya hanya ada satu kata yaitu kebersamaan,” tegas Rahyanto.

Sementara Bupati Fathul Huda dalam sambutannya memberikan apresiasi khusus kepada kelompok Tani Sri Rejeki sebagai juara dua prgoram ketahanan pangan se Kabupaten Tuban.

“Ke depan saya berharap kepada Gapoktan dan distributor untuk dapat bersinergi mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Huda.

Dengan begitu, menurut dia, target optimalisasi SRI Indonesia dapat meningkat. Jika sebelumnya rata-rata 1 hektar menghasilkan panen padi 6,4 ton, dengan menggunakan pola SRI Indonesia bisa mengalami peningkatan menjadi 11 ton per hektarnya.

Sekadar tahu, pola SRI Indonesia lebih efisien dan efektif dibanding menanam padi secara konvensional. Di antaraya pemilihan bibit unggul, penanaman bibit dalam usia muda (kurang dari 10 hari setelah penyemaian), penanaman satu bibit per titik tanam, penanaman dangkal (akar tidak dibenamkan dan ditanam horizontal), serta dalam jarak tanam yang cukup lebar. BRO

Facebook Comments

About the Author