Published On: Sen, Des 1st, 2014

“Dana Sakti” PSKS di Tuban “Tumpang Tindih”

Share This
Tags

TUBAN

KONDUSIF: Para warga dengan tertib antre di Kantor Pos Tuban untuk menerima dana PSKS.

KONDUSIF: Para warga dengan tertib antre di Kantor Pos Tuban untuk menerima dana PSKS.

seputartuban.com-Penyaluran dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) untuk warga miskin di Kabupaten Tuban sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diduga kuat tidak tepat sasaran.

Pendek kata mereka yang tergolong mapan lalah digelontor program yang dulu bernama BLT dan BLSM itu. Justeru warga yang terpuruk dan setiap malam tidur dengan kambingdi rumahnya yang tak layak malah ngaplo.

Indikasi hilangnya hak sebagian warga miskin yang tahun ini tak mendapat jatah PSKS, mengingat data penerima yang digunakan untuk pencarian dana yang merupakan program trilogi “kartu sakti” kebijakan Presiden Joko Widodo tersebut, menggunakan data tahun 2011 yakni  pendataan program perlindungan sosial (PPLS).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban, Prayogo, mengiyakan jika data warga miskin penerima dana PSKS menggunakan data lama.

“Pastinya data warga miskin penerima PSKS tahun 2014 ini mengacu pada data PPLS tahun 2011. Begitu juga program sosial serupa dengan nama lain tahun 2011 (BLSM-red) menggunaan data tahun sebelumnya yakni tahun 2008,” katanya saat ditemui seputartuban.com di kantornya, Senin (01/12/2014) siang.

Menurut Prayogo, andaikan kemudian di lapangan terjadi komplain maka data tersebut akan diperbaharui tahun 2015 mendatang. Sebab, data tersebut secara statistik akan dilakukan update setiap tiga tahun sekali.

“Sebab dalam kurun watu tiga tahun tersebut bisa tejadi banyak perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi seseorang. Dari yang dulu di bawah sejahtera bisa saja kemudian naik statusnya. Tidak lagi masuk kategori warga miskin. Ini bisa tejadi karena berbagai faktor,” papar Prayogo,

Salah satunya, sambung dia, faktor pekerjaan yang mapan semisal menjadi TKI. Termasuk mendapat warisan juga dapat menjadi penyebab kehidupan seseorang berubah drastis.

“Pada intinya ada banyak hal yang bisa mengubah kehidupan seseorang. Tapi yang jelas dalam hal ini BPS hanya sebatas menyajikan data berdasar rekaman di lapangan,” tandas Prayogo.

Namun begitu, data lama yang digunakan sebagai acuan pencarian dana PSKS kal ini belum ada indikasi ricuh pada saat pelaksanaan pembagian. Baik di Kantor Pos maupun yang disalurkan pada masing-masing balai desa di Kabupaten Tuban.

Situasi kondusif pencarian dana PSKS untuk warga miskin dibenarkan Kepala Kantor Pos Cabang Tuban, Minto. Disebutkan, sejak pelaksanaan pencairan dana PSKS yang sudah mulai digulirkan Senin (24/11/2014) lalu berlangsung lancar. Tidak ada komplain maupun insiden lainnya semisal berdesakan hingga menyulitkan warga yang antre.

“Alhamdulillah sampai sejauh ini tidak ada persoalan yang mengganggu pencairan dana PSKS. Kalau untuk pencairan BLSM yang lalu memang sempat terjadi ricuh meski akhirnya dapat diatasi,” terang Minto.

Menurut dia, yang berhak menerima dana PSKS adalah pemilik kartu perlindungan sosial (KPS).  Saat ini setiap pemegang KPS mendapat jatah Rp 400 ribu yang diakumulasikan untuk bulan November dan Desember 2014.

“Peran kami di sini hanya sebagai penyalur dana. Dalam aplikasinya kami tidak memotong bantuan yang di prioritaskan untuk masyarakat miskin tersebut sama sekali,” terangnya.

Dia menjelasan, sampai hari ini ribuan warga miskin yang tersebar pada 11 dari total 20 kecamatan di Kabupaten telah menerima kompensasi dana PSKS. Rinciannya, Kecamatan Tuban sebanyak 3.265 warga miskin dari 17 desa dan kelurahan. Kecamatan Semanding sebanyak 6.754 penerima dari 17 desa, Kecamatan Plumpang sebanyak 8.378 penerima dari 18 desa.

Kemudian Kecamatan Jatirogo sebanyak 3.206 penerima dari 18 desa, Kecamatan Kenduruhan sebanyak 2.867  penerima dari 9 desa, Kecamatan Bangilan sebanyak 3.856 penerima dari 14 desa, Kecamatan Senori  sebanyak 4.400 penerima dari 12 desa, Kecamatan Singgahan sebanyak 3.884 penerima dari 12 desa, Kecamatan Parengan sebanyak 4.373 penerima dari 18 desa, kecamatan Soko sebanyak 8.755 penerima dari 23 desa serta Kecamatan Rengel sebanyak 4.087 penerima dari 16 desa.

Sedangkan untuk Kecamatan Grabagan sebanyak 4.472 penerima dari 11 desa, Kecamatan Bancar sebanyak 5.536 penerima dari 24 desa, Kecamatan Kerek sebanyak 5.285 dari 17 desa, Kecamatan Merakurak sebanyak 4.981 penerima dari 19 desa, Kecamatan Montong sebanyak 4.232 penerima dari 13 desa.

Kecamatan Palang sebanyak 5.915 penerima dari 19 desa, Kecamatan Widang sebanyak 3.522 penerima dari 16 desa, Kecamatan Jenu sebanyak 4.800 penerima dari 17 desa dan Kecamatan Tambakboyo sebanyak 3.345 penerima dari 18 desa.  ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Wong Edan berkata:

    Dana SAKTI apane seng sakti,pemerintah ra pecus dadi pemimpin mosok wong sugih entuk duwit, seng rondo mlarat ora oleh opo-opo, matane mereem toh piceek.