Published On: Kam, Jun 4th, 2020

Dana Covid-19 Rp. 240 Miliar, BLTD Baiknya Dicairkan Tunai Agar Tidak Ruwet

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, TUBAN – Kesibukan pemerintah daerah melakukan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih berlanjut. Terbaru Pemkab Tuban melakukan refocussing anggaran sebesar Rp. 240 miliar untuk penanganannya. Hal itu dibahas antara Tim Anggaran Pemkab Tuban dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tuban, Rabu (3/6/2020) di Gedung DPRD Tuban.

ilustrasi uang

Anggaran ratusan miliar tersebut digunakan dalam bidang kesehatan sebesar Rp. 137,4 miliar. Untuk pemulihan ekonomi Rp. 43,5 miliar. Sedangkan untuk jaring pengaman sosial berupa pemberian sembako serta bansos lainya sebesar Rp. 59,5 miliar. Banggar meminta rincian penggunaan anggaran ini sekaligus mengusulkan bantuan dibuat tunai, agar tidak memicu persoalan baru.

Ditahap awal pemberian sembako untuk bantuan Covid1-9, Pemkab Tuban telah menetapkan 9900 penerima, dengan pemberian komiditi sembako antara lain Beras, Minyak Goreng, Kecap, Gula dan Mie Instan.

Wakil Ketua DPRD Tuban, Muhamad Ilmi Zada mengusulkan agar bantuan covid-19 berupa sembako tersebut dirubah bentuknya menjadi Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) dengan nominal yang ditentukan. “Yang mana teknis pemberian BLTD itu, nantinya dapat bekerjasama dengan Bank. Sehingga penyaluranya bisa langsung melalui rekening penerima bantuan,” katanya kepada seputartuban.com.

Ketua Fraksi Restorasi Amanat Pembangunan (F-RAP), Aguk Sihabudin saat di konfirmasi juga mengatakan usulan yang serupa. Secara teknis BLTD bisa langsung dari Bank ke penerima. Data penerima diambil dari desa, yang sudah diuji kebenarannya melalui musyawarah desa.

“Untuk penerimanya adalah warga yang belum dapat Bantuan sosial dari BST Kemensos, BLT- Dana Desa, PKH, serta bukan penerima BPNT, BPNT Daerah atau Bansos Provinsi. Sedangkan pemberian BLTD langsung ke rekening penerima agar lebih aman dan mudah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Ketua Fraksi Gerindra, Tri Astuti juga meminta agar dinas terkait menganggarkan berbagai jenis bantuan sosial bagi masyarakat terdampak covid-19 berupa uang tunai. Karena belajar dari BPNT dari Kemensos yang berupa bahan makanan, terdapat yang tidak layak konsumsi dan rawan penyelewengan. “Kita belajar dari BPNT yang berupa bahan makanan, dan itu rawan ada penyelewengan dari berbagai komoditi tersebut,” tegasnya.

Rapat Bersama Tim Anggaran Pemkab Tuban dengan Banggar DPRD Tuban

Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Tuban ini juga mengungkapkan dalam rapat tersebut, tim anggaran pemkab hanya memaparkan penggunaan anggaran untuk penanganan Covid -19 hanya secara umum. Sehingga pihaknya meminta laporan secara rinci penggunaan anggaran tersebut. “Selama ini yang dilaporkan kepada kami (Banggar) belum disampaikan rinciannya baru berupa kegiatan glondongan (total umum) saja,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, wartawan seputartuban.com, Kamis (4/6/2020) mencoba mengkonfirmasi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana terkait usulan penggantian sembako menjadi BLTD, melalui pesan aplikasi. Namun hanya di baca dan tidak dijawab. Sehingga tidak dapat ditanya berikutnya soal permintaan rincian anggaran Covid-19 Rp. 240 miliar yang diminta Banggar DPRD Tuban. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :