Published On: Jum, Mar 24th, 2017

Curah Hujan Tinggi, Harga Blewah Anjlok

seputartuban.com, PLUMPANG – Setelah menjadi korban luapan sungai Bengawan solo, tanaman padi gagal panen, kini petani kembali meradang karena harga Blewah murah. Buruknya kualitas dan panen raya menjadi penyebab utama harga buah itu menjadi sangat murah dibanding biasanya.

PETANI MERADANG : Aktivitas panen blewah di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang. Harga jual yang murah membuat mereka rugi.

Petani blewah di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Sutrisno (36) mengatakan harga jual anjlok karena melimpahnya buah di pasaran karena saat panen raya. Selain itu juga tingginya curah hujan menyebabkan kualitas buah tidak maksimal. “Harga per kilo-nya (Kg) cuma laku Rp 1.700, dari harga masa panen sebelumnya Rp Rp 3.000,- Ada yang membeli saja sudah senang mas,” terang Sutrisno, Kamis (23/3/2017) siang.
Harga tersebut tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan saat masa bertani. Selama 80 hari, ia sudah mengekuarkan biaya sebesar Rp 37 juta. Nominal tersebut setelah dikalkulasikan selama penyiapan lahan, pembenihan dan pembibitan, serta masa pemupukan hingga menjelang panen. 

Untuk mengurangi kerugian lebih banyak, Sutrisno menjual hasil tanaman buah yang memiliki bahasa latin Cucimis Melo tidak melalui tengkulak. Namun dia menjual langsung dengan cara ditata di pinggir jalan desa setempat. Dia mampu menjual lebih mahal dari harga tengkulak, yakni antara Rp. 2,500 sampai Rp. 3,000 per-Kg. “Semoga masa panen berikutnya harga buah stabil seperti masa panen ditahun kemarin, sehingga kerugian dari hasil panen saat ini (panen pertama) bisa tertutupi,” lanjutnya.

Menurunya harga jual buah tersebut disebabkan tingginya curah hujan. Akibatnya, karena kadar air dalam buah terlalu tinggi, mengakibatkan kadar manis buah berkurang. “Disamping masih tingginya curah hujan, panen ini bersamaan dengan panen diwilayah lain. Akibatnya stok buah dipasaran terlalu banyak,” ungkap Winarno (42), tengkulak buah disela sela kesibukanya menimbang buah.

Menurutnya, untuk buah yang sudah berwarna terang dikirim ke wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten Sidoarjo, hingga Kabupaten Nganjuk. Sedangkan buah yang masih berwarna agak gelap dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar diwilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Jepara, hingga Jakarta. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author