Published On: Sab, Mar 17th, 2012

Cuaca Memburuk, Pengrajin Grabah Merugi

Share This
Tags

Penulis : Hanafi

TUBAN

salah satu pengrajin gerabah

seputartuban.com-curah hujan yang sangat tidak menentu mengakibatkan pembuat pengrajin Gerabah di Dusun Krajan Gambir, Kelurahan Karang Krajan, Kec. Kota, Kab. Tuban terganggu kegiatanya untuk membuat hasil gerabah, seperti cobek  (cowek) dan kuali seperti biasanya.

Proses pembuatan Gerabah di mulai dengan  mencampurkan bahan baku Gerabah kedalam Bolt (wadah campuran gerabah),  yaitu untuk 5 timba tanah liat di campur dengan 1 timba pasir laut yang di aduk dengan air secukupnya.

Setelah hasil campuran di aduk hingga rata, kemudian disaring dan diambil campuran tersebut yang bagus (lembut) untuk di buat Gerabah. Untuk menghilangkan air yang berlebih, baru bisa di bentuk  sesuai keinginan.

Peralatan untuk membentuk Gerabah bermacam macam seperti,  Prabot yang di gunakan untuk memutar bahan baku sehingga tercetak hasil kerajinan mentah, Dalim merupakan kain yang di gunakan untuk menghaluskan hasil kerajinan, Sirek adalah alat untuk menghaluskan cobek bagian luar dan kerek adalah alat untuk memberi motif pada hasil kerajinan.

Apabila hasil kerajinan sudah di buat baru di keringkan sampai kadar air hilang, setelah itu gerabah baru di bakar untuk proses finising.

Dalam sehari pengrajin bisa memproduksi sekitar 500 sampai 1000 hasil kerajinan gerabah mentah (belum proses pembakaran), tergantung tingkat kesulitan, cuaca, dan bahan baku yang di buat.

Dalam sebulan pengrajin bisa membuat hasil kerajinan  gerabah sampai puluhan ribu jumlahnya,ini tergantung pesanan, cuaca dan bahan baku yang di gunakan.

Untuk harga gerabah Cobek kecil seharga Rp.2.000, cobek sedang seharga Rp. 4.000, cobek besar seharga Rp. 6.000, adapun untuk harga kuali bervariatif tergantung besar kecilnya kuali, harga berkisar antara Rp. 400 sampai Rp.500.

Namun akhir-akhir ini karena cuaca tak menentu mengakibatkan pengrajin gerabah menurun pembuatannya, dan mengakibatkan menurunnya omzet para pengrajin itu, “saya sudah 4 hari ini tidak membuat  cobek dan kuali karena tidak ada panas, hujan terus,” tutur Rini Nurhayati (43), Warga Dusun Krajan gambir Kelurahan Karang.

Sehingga persis selama itu pula kegiatan pembuatan kuali terhenti sehingga tidak mendapatkan pendapatan. Jika dipaksakan para pengrajin akan merugi, karena hasil gerbahnya tidak kunjung mengering dan tidak dapat segera dijual.

Facebook Comments

About the Author