Published On: Rab, Mei 21st, 2014

Coret Baju Tandai Pengumuman Kelulusan Siswa SMA Sederajat

Share This
Tags

TUBAN

CERIA : Siswa SMA di Tuban saat merayakan kelulusan dengan mencoret bajunya

CERIA : Siswa SMA di Tuban saat merayakan kelulusan dengan mencoret bajunya

seputartuban.com – Meski pengumuman kelulusan melalui cara baru dengan mengirimkan surat ke rumah siswa bagi yang tidak lulus. Nampaknya tidak dapat mengurangi aksi coret baju, siswa dalam merayakan kelulusanya.

Ratusan Pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Tuban, melakukan aksi corat-coret baju seragam sekolah untuk merayakan kelulusanya, Selasa (20/05/2014). Mereka menyemprotkan cat berbagai warna guna mengekspresikan kegembiraan, setelah mendapatkan informasi kelulusan dari sekolah.

Seperti yang dilakukan sekelompok pelajar salah satu SMA Negeri di Tuban. Tidak jauh dari sekolah mereka, para pelajar mencoretkan spidol, cat dan saling memberikan tandatangan di baju seragam berwarna putih dan abu-abu. Menurut mereka hal ini dilakukan untuk kenang-kenangan.

“Hari ini kan pengumuman hasil UN mas, jadi karena kita dinyatakan lulus, maka perlu dirayakan dengan teman lainnya,” ucap Teddy (18) salah satu pelajar di Tuban, dengan seragam yang penuh cat.

Disudut kota sisi lainya, nampak aksi coret-coret baju seragam dilakukan oleh sejumlah pelajar perempuan yang tidak ingin ketinggalan merayakan kebahagiaan ini. Mereka melakukan hal serupa, seperti yang dilakukan siswa lainya.

Salah satunya pelajar bernama Febriana (18), saat ditanya di kawasan Jalan Basuki Rahmat mengatakan, ikut mencoret baju seragamnya karena dia merupakan salah satu peserta UN yang sudah dinyatakan lulus UN. Cara ini sudah budaya turun temurun dari kakak kelasnya. “Dari dulu sampai sekarang, tiap perayaan kelulusan kan ditandai dengan aksi beginian mas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kabupaten Tuban Sutrisno,  saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sejak jauh hari sudah menghimbau larangan coret baju dan konvoi perayaan kelulusan. Namun himbauan itu nampaknya bagaikan angin lalu saja bagi para siswa ini. “Namanya anak-anak biarpun dilarang karena mereka sangat gembira, ya mau gimana lagi,” ungkap Sutrisno. AMIN

Facebook Comments

About the Author