Published On: Ming, Sep 18th, 2016

Cerita Asmara Dibalik Penggrebekan Dosen dan Kades

TUBAN

seputartuban.com – Pasca diamankanya istri perwira polisi yang tertangkap tangan sedang satu kamar dengan salah satu kepala desa di Kecamatan Widang. Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad menegaskan wanita yang juga dosen tersebut bukan merupakan anggota Bhayangkari Polres Tuban.

KEPERGOK : Pasangan kasmaran Dosen dan Kades saat digrebek

KEPERGOK : Pasangan kasmaran Dosen dan Kades saat digrebek

LPS perempuan (29) yang diamankan petugas pada Sabtu, (10/9/2016) sekitar pukul 02.00 WIB dalam keadaan setengah telanjang di kamar nomor 60, salah satu hotel wilayah Manunggal Selatan, Kelurahan gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban tersebut bukan merupakan anggota Bhayangkari Polres Tuban.

“Dia bukan anggota bhayangkari tuban, tapi Bhayangkari dari wilayah Surabaya yang baru tinggal diwilayah Tuban selama beberapa bulan terakhir. Aktifitasnya mengajar sebagai dosen,” terangnya belum lama ini.

Menurut Kapolres, berdasarkan hasil penyidikan anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tuban menyebutkan keduanya saling kenal sejak bertemu di Pendopo Krido Manunggal Pemkab Tuban saat pembekalan mahasiswa. Saat sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Desa Kujung, Kecamatan Widang.

Hubungan asmara terlarang perempuan asal Jalan Kedinding Tengah Baru Surabaya itu dengan MJ (38), Kades tersebut kian mesra setelah bertemu didesa setempat. Keduanya saling bertukar PIN BlackBerry serta nomor Ponsel.

Ungkapan saling sayang keduanya pun berhasil diketahui melalui pesan singkat yang belum sempat dihapus dalam ponselnya. Selain itu sikap dan tingkah laku tidak biasapun terlihat ditengah tengah aktifitas KKN. Tak hanya itu, temuan data petugas  menyebutkan bahwa LPS yang mengajar selama 2 kali dalam seminggu itu diketahui beberapa hari sebelumnya terlihat cek cok dengan sang suami.

Diduga lantaran alasan itulah menjadi pemicu utama penyebab asmaranya menjadi terbagi. “Ceritanya itu pernah terjadi kekerasan dalam rumah tangganya, perempuan itu kelahiran Surabaya sedangkan si suami kelahiran Madura. Mereka barusaja melangsungkan pernikahan,” pungkas Kapolres.

Diketahui, sang suami merupakan Anggota Polsek di jajaran Polrestabes Surabaya. Ia sudah lama menaruh curiga atas perilaku istrinya belakangan ini. Kecurigaan tersebut semakin kuat ketika sang istri meminta izin untuk menginap di Tuban dengan alasan ada jam mengajar pagi harinya. Namun sang suami tak percaya begitu saja. usai sang istri meninggalkan rumah, diam-diam sang suami membuntutinya dari jarak jauh.

Hingga mengetahui istrinya masuk kesebuah hotel diwilayah Manunggal selatan, kemudian berjumpa dengan laki-laki yang bukan keluarganya masuk ke kamar nomor 60. Usai mengetahui dan memastikan bahwa istrinya benar-benar sekamar dengan pria itu, ia kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada anggota Polres Tuban.

Diketahui LS merupakan merupakan lulusan S2 jurusan ilmu politik dari salah satu perguruan tinggi di Surabaya pada 19 Agustus 2015. Kasus penggrebekan ini merupakan delik aduan dan saat ini masih ditangani penyidik Polres Tuban. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author