Published On: Rab, Mei 6th, 2015

Celeng Bertato Roboh Dibacok Bapak dan Anak

Share This
Tags

TUBAN

ilustrasi kekerasan

ilustrasi kekerasan

seputartuban.com – Emosi Darsono (31) dan Muhtiyadi (60) berubah berdarah-darah setelah Dwi Sudarwantp (35) mengamuk di rumahnya Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, Selasa (05/05/2015) pagi.

Bapak dan anak yang merasa kuwalahan karena kata-kata tak mempan meredam amukan lelaki yang sekujur tubuhnya dihiasi tato tersebut, balik mengamuk dan membacok Dwi yang akrab dipanggil Celeng tersebut dengan parang sepanjang setengah meter. Celeng bertato itu pun roboh dengan sejumlah luka bacokan.

Pengakuan Darsono, peristiwa berdarah tersebut berawal saat Celeng yang juga tinggal di Kelurahan Doromukti ini menyambangi rumahnya untuk menjual sepeda ontel. Namun permintaan korban ditolak Darsono yang memang selama ini dikenal sebagai makelar dan jual beli barang bekas.

“Saya tidak mau, karena takut kalau sepeda itu barang curian. Akhirnya dia mengamuk,” ujar Darsono saat berada di Mapolres Tuban tanpa menjelaskan mengapa dia mencurigai sepeda milik Celeng adalah hasil kejahatan.

Masih tutur Darsono, meski begitu Celeng tetap tak mau pergi sebelum sepeda ontelnya berubah jadi duit. Karena ditolak terus Celeng pun kalap dan melemparkan piring di depannya ke arah Darsono.

Meski Darsono berhasil berkelit namun naas menimpa isterinya Mukah. Pecahan piring itu menghantam kepalanya hingga berdarah-darah. Kontak Mukah menjerit histeris di tengah adu mulut antara suaminya dengan Celeng.

Mendengar keributan itu Muhtiyadi, ayah Darsono, datang dan mencoba melerai. Kedatangan lelaki yang sudah tak muda lagi ini justeru membuat Celeng bertambah marah. Dia menendang Muhtiyadi hingga terjengkang. Setelah itu Celeng bergegas meninggalkan rumah Darsono.

Namun belum sampai di jalan raya, mendadak Celeng diserang bapak dan anak dengan parang yang diambil dari diding kayu rumahnya sepanjang 50 meter. Korban yang tidak siap dan kalah jumlah akhirnya roboh di bahu jalan dengan kondisi berdarah-darah. Beruntung warga segera datang memisah dan melarikan Celeng ke RSUD dr Koesma Tuban karena kondisinya kritis, akibat sabetan parang milik bapak dan anak tersebut.

“Saya tidak terima dengan kelakuanya yang datang-datang terus mengamuk di rumah saya. Bahkan sampai melukai anak menantu saya,” kata Muhtiyadi kepada seputartuban.com di depan penyidik Polres Tuban yang menangani kasus tersebut. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author