Published On: Jum, Jan 10th, 2020

Camat Kerek Sarankan Kasus PTSL Desa Gemulung Diselesaikan Secara Hukum

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :

seputartuban.com, KEREK – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2017-2018 Di Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jatim berujung pelaporan kepihak polisi. Salah satu warga melaporkan kasus ini karena dinilai tidak sesuai ketentuan yang seharusnya.

Menanggapi hal ini, Camat Kerek, Sugeng Purnomo, saat di konfirmasi seputartuban.com mengatakan sebelumnya masyarakat sudah pernah datang ke kantornya. Mereka meminta informasi terkait pembayaran sertifikat yang biaya senilai Rp. 400 ribu dan Rp. 500 ribu. Serta tambahan biaya wardah yang dibebankan kepada pemohon.

“Dalam arti ada biaya untuk warkah seperti yang di bilang masyarakat itu. Otomatis kita tidak tahu persis prosesnya seperti apa dan kebijakannya. Apakah dulu sudah dimusyawarahkan atau belum. Makanya untuk itu kejelasan benar atau tidaknya kami juga belum tahu,” katanya, Rabu (8/1/2020).

Selain itu, Sugeng menambahkan terkait dengan program itu pihaknya tidak tahu persis. Informasi secara umum yang dia ketahui, program tersebut dimulai tahun 2017 namun hingga saat ini ada yang belum selesai. “Katanya memang kalau PTSL kan cuma Rp. 400 ribu, tapi kalau ada tambahan sampai Rp. 500 ribu sampai warga. Kita sendiri tidak bisa memastikan,” jelasnya.

Menurut warga jumlah biaya yang dibebankan seperti berita sebelumnya. Namun menurut perangkat desa yang menanganinya tidak demikian. Sehingga tidak ada kejelasan hingga saat ini dan akhirnya ada pelaporan ke Polres Tuban. “Untuk benar dan tidaknya nanti agar pengadilan yang memutuskan. Soalnya saya sendiri tidak bisa memutuskan mana yang benar atau tidak karena saya tidak tahu buktinya,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri, saat ditemui di ruang kerjanya, membenarkan pihaknya telah menerima laporan masyarakat ini. “Iya, memang kemarin laporan itu sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Lebih lanjut, Kades Gemulung, Kohar, mengaku belum mengetahui secara detail tentang masalah PTSL ini dan juga belum tahu jumlah datanya pemohon. “Ya belum paham betul terkait masalah PTSL ini, tapi kami sudah berupaya untuk musyawarah,” katanya singkat.

Sebelumnya, Kasi Hubungan Hukum dan Pertanahan (H2P), Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tuban, Lalu Riyanta menyampaikan seluruh ketentuan pengurusan PTSL sudah jelas. Biaya yang dibebankan kepada pemohon sudah mencakup biaya materai, biaya keringat atau upah lelah panitia hingga pembelian patok batas. Seluruhnya harus dimusyawarahkan dan diperjelas rincian kegunaannya.

Sehingga seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Montong, pemohon membeli patok batas Rp. 10.000 sangat tidak benar. Masyarakat membeli patok tiap bidang sekitar 4 buah atau Rp. 40.000 kali banyaknya bidang yang diajukan pemohon, jumlahnya sudah cukup banyak, diperkirakan sudah sampai puluhan juta rupiah. RHOFIK SUSUYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Data Update Coid-19 Indonesia Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :