Published On: Ming, Jul 7th, 2013

Cacat Fisik, Tidak Menghalangi Jadi Offroader

Share This
Tags

MERAKURAK

seputartuban.com – Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Purwanto (36) warga Kelurahan Modokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban dalam menyalurkan hobinya Offroad. Purwanto aktif mengikuti latihan Off Road di lapangan Perumdin, PT. Semen Indonesia, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Sabtu (06/07/2013).

offroader kaki satu

SEMANGAT : Purwanto (36) sudah memodifikasi Jeepnya.

Saat ini offroader ini hanya memiliki satu kaki. Karena pada 2001 lalu, Purwanto mengalami kecelakaan kerja. Yang menjadikan kaki kanannya harus diamputasi sampai paha. Sejak itu pula suami dari Siti Nuryatin itu harus menggunakan kaki palsu dan memakai alat bantu untuk jalan.

Dengan keterbatan fisiknya itu, dia masih aktif menjadi anggota Semen Indonesia Jeep Community (SIJC). Dengan mengendarai Land Rover tahun 1961 miliknya. Ratusan medan terjal, gunung, hutan dan daerah rawa-rawa pernah dilaluinya.

Dirinya juga menceritakan bagaimana mengendarai mobil Off Road warna hijau hitam miliknya. Pasalnya sudah dimodifikasi agar dirinya dapat berkendara dengan baik. Mobil yang memiliki kekuatan 5000 CC itu telah dimodifikasi.

Diantaranya, pedal kopling harus ditambah Selec. Berupa penambahan selang pres untuk mengganti pedal utama pada pedal buatan. Memberi tambahan pedal kopling pada bagian sisi kiri jok mobil. Yang digunakan Purwanto untuk menginjak pedal kopling dengan pahanya.

offroader semangat

AKTIF LATIHAN : Land Rover tahun 1961 milik Purwanto

Purwanto memiliki alasan yang besar dengan kecintaannya menjelajah medan berat sampai yang ekstrim menggunakan mobilnya itu. Yakni, antar Off Roader memiliki jiwa kebersamaan, kepedulian, saling membantu dalam keadaan medan yang besar. Hal itulah yang membuat bapak 3 anak itu tetap memacu andrenaline-nya.

Menurutnya, keterbatasan fisik tidak mempengarui untuk berkarya dan mencapai cita-cita. Tergantung kemauan, semangat dan tidak putus asa dalam mencapainya. Disoal kendala, Purwanto menuturkan kesulitan ketika awal mula menggunakan mobilnya usai dimodifikasi.

Karena harus menyesuaikan posisi handle kopling pada pahanya. Namun setelah latihan dan penyempurnaan baru bisa nyaman dan tidak ada kendala. “Hanya nambah master kopling saja seharga Rp. 250 ribu. Bila ditotal semuanya sekitar Rp. 1 juta. Kemarin kita ke daerah Kecamatan Jogorogo, Kabupate Ngawi di bumi perkemahan kawasan perhutani. Kita masuk kesana dan memperbaiki jembatan disana,” ujarnya. (han)

Facebook Comments

About the Author