Published On: Rab, Mei 2nd, 2018

Buruh FSPMI Desak Pemenuhan Kehidupan Layak

seputartuban, TUBAN – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tuban, Selasa (1/5/2018) turun jalan dengan menggelar aksi unjuk rasa. Mereka pada hari buruh internasional atau May Day mendesak agar Outsourcing dihapus dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK).
Massa mengawali aksinya dengan konvoi menuju Kantor Bupati Tuban. Disepanjang jalan dengan terus menyuarakan aspirasinya atau menyeru perubahan kehidupan untuk para buruh, khususnya yang mereka alami di Ring 1 PT Semen Gresik. Karena mayoritas massa buruh di kawasan pabrik tersebut.

Massa buruh saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tuban

Ketua Konsulat FSPMI Cabang Tuban, Darmaji dalam orasinya menyampaikan tuntutan yang bersifat nasional dan lokal. Diantaranya agar pemerintah menghapus atau mencabut PP 78. “PP 78 itu menyengsarakan buruh, karena PP 78 berdasarkan hitung- hitungan kalkulator, menentukan kebutuhan hidup layak seperti kalkulator,” katanya.

PP tersebut bertentangan dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) ditentukan melalui survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Hasil survey lebih tinggi dibanding PP 78. Dampaknya akan muncul perbedaan upah yang sangat tinggi antara buruh di Tuban secara umum, dengan buruh di sekitar Ring 1 pabrik.

“Yang kedua hapus outsorcing sistem kerja outsorching sangat kebiri hak- hak pekerja. Karena sistem outsorcing tidak melindungi pekerja sehingga setiap harinya selalu di hantui rasa takut di berhentikan, kesejahteraan kurang, PHK selalu menghantui,” imbuhnya.

Dalam aksi tersebut, para buruh berkeinginan bertemu dengan Bupati Tuban untuk menyampaikan aspirasinya. Namun hal itu tidak terwujud, karena saat aksi merupakan hari libur kerja.

“Bupati tidak bisa menemui dengan alasan hari libur nasional. Padahal seharusnya sebagai pemimpin atau perwakilan rakyat meskipun hari libur harus tetap menemui para demonstran,” kecamnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

About the Author