Published On: Rab, Mar 18th, 2015

Bupati Tuban Siap Pasang Badan Untuk Warga Gaji

KEREK

PASANG BADAN: Bupati Tuban Fathul Huda didampingi Wakil Bupati Noor Nahar Husein saat berdialog dengan Abu Nasir di Desa Gaji, Rabu (18/03/2015) siang.

PASANG BADAN: Bupati Tuban Fathul Huda didampingi Wakil Bupati Noor Nahar Husein saat berdialog dengan Abu Nasir di Desa Gaji, Rabu (18/03/2015) siang.

seputartuban.com-Luapan emosi warga Desa Gaji dengan Bupati Tuban Fathul Huda akhirnya kesampaian juga. Ini setelah para korban konflik tanah versus PT Semen Indonesia (PT) bertemu langsung dengan Fathul Huda saat blusukan silaturrahmi dengan warga Desa Gaji, Rabu (19/03/2015) siang.

Saat berdialog dengan pemilik lahan yang kini masuk peta data PT SI, Huda berjanji akan  membantu menyelesaikan kasus yang sudah berlangsung selama 12 tahun tersebut.

Berkaitan itu, Huda meminta kepada warga untuk secepatnya mengirimkan pengaduan dan kronologi kejadian proses dugaan penyerobotan tanah tersebut.

“Kita siap bantu warga. Nanti akan kita koordinasikan dengan kapolres. Sebab musuh warga adalah BUMN,” tegas Fathul Huda saat berdiskusi warga korban konflik lahan versus PT SI.

Namun begitu, orang nomor satu di Bumi Rongolawe ini, mengharapkan agar permasalahan tersebut dilakukan melalui jalur hukum dan tidak melalui mediasi.

“Karena ini berhubungan dengan perusahaan milik negara. Pemkab Yuban akan membantu apa yang menjadi permasalahan warga,” katanya.

Sementara koordinator pemilik tanah Abu Nasir, meminta peran serta pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang berlarut-larut tiada ujung ini diikuti dengan tindakan nyata. Bukan sekedar kata-kata alias janji saja.

Abu menegaskan, selama ini nyaris tidak ada bukti peran serta dari pemerintah daerah untuk membantu warga Desa Gaji yang berkonflik dengan PT SI.

“Kami membutuhkan bukti, bukan hanya janji-janji saja. Sehingga penderitaan warga ini segera berakhir,” tandas dia dihadapan Fathul Huda dan Noor Nahar selaku Wakil Bupati dan pejabat lain dari Pemkab Tuban.  MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author