Published On: Sab, Feb 27th, 2016

Bupati Tuban; Penanganan Banjir Tanggung Jawab Bersama

MERAKURAK

BERSAMA : Bupati dan Dandim 0811 Tuban, saat akan meninjau lokasi banjir di Kecamatan Merakurak

BERSAMA : Bupati dan Dandim 0811 Tuban, saat akan meninjau lokasi banjir di Kecamatan Merakurak

seputartuban.com – Bupati Tuban, Fathul Huda mengatakan bahwa tidak usah mengkambing hitamkan siapapun penyebab terjadinya banjir di Tuban. Karena pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Tidak hanya masyarakat melakukan semua pihak terkait harus turut serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya banjir.

“Kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, sebab semuanya harus ikut bertanggungjawab,” katanya, Jumat (26/2/2016) saat meninjau lokasi jebolnya tanggul sungai avour Jambon, Kecamatan Merakurak.

Bupati berharap, agar masyarakat tidak mempersempit sungai yang ada dan menjaga agar aliran sungai tetap lancar. Selain itu, banjir di kawasan Kecamatan Merakurak tersebut juga disebabkan karena rusaknya hutan yang ada disebelah selatan atau kawasan pegunungan. “Semua pihak harus ikut serta menanggulangi banjir, termasuk gundul hutan disekitar menjadi penyebab terjadinya banjir,” ungkap.

Dandim 0811 Tuban, Letkol Sarwo Supriyo saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir

Dandim 0811 Tuban, Letkol Sarwo Supriyo saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir

Sementara untuk mengatasi jebolnya tanggul sungai avour jambon, Pemkab Tuban menyediakan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar melalui APBD 2016. Anggatan tersebut akan dipakai untuk melakukan normalisasi sungai tersebut dan pembuatan sodetan, sehingga tanggul yang ada tidak jebol setiap kali musim hujan.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjangnya, Pemkab Tuban berencana membangun bendungan atau waduk di kawasan Desa Jadi, Kecamatan Semanding. Fungsinya untuk menampung air dan mengurangi terjadinya banjir. Selain itu air waduk dapat dimanfaatkan oleh petani tiap kali musim kemarau. “Lima tahun pemerintahan saya harus sudah terealisasi, sebab saya tidak mau meninggalkan hal-hal yang jelek,” tegas tokoh asal Kecamatan Montong itu.

Akhibat jebolnya tanggul sungai avour jambon tersebut puluhan hektar tanaman padi disekitar tanggul mengalami kerusakan. Petani mengalami kerugian hingga ratusan desa. Sedangkan Pemkab Tuban tidak memiliki anggaran untuk memberikan ganti rugi kepada petani yang tanamannya mengalami kerusakan. “Kita sudah saranakan agar petani mengikuti program asuransi, sehingga bila tanamannya rusak bisa dapat ganti rugi,” jelasnya.

Sementara pemerintah pusat juga belum ada pentunjuk, namun Bupati berjanji akan membangun komunikasi. Saat ini semua korban banjir sudah dilakukan pendataan oleh dinas terkait.

Diketahui, selain merusak tanaman padi, banjir itu juga mengakhibatkan jalan raya mengalami kerusakan. Saat ini pemerintah daerah melakukan perbaikan tanggul tersebut secara  sementara, agar bila terjadi hujan tidak menimbulkan banjir lagi.

Dalam kunjungan itu, Bupati bersama Dandim 0811 Tuban, Letkol Sarwo Supriyo juga memberikan bantuan kepada korban banjir. Dengan didampingi sejumlah Kepala Dinas Pemkab Tuban. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author