Published On: Sen, Des 15th, 2014

Bupati Tuban Ajak Belajar dari Bencana

TUBAN

SIAP-SIAP: Bupati Fathul Huda saat melakukan sidak apel siaga TRC di Alon-Alon Tuban, Senin (15/12/2014) pagi.

SIAP-SIAP: Bupati Fathul Huda saat melakukan sidak apel siaga TRC di Alon-Alon Tuban, Senin (15/12/2014) pagi.

seputartuban.com-Bencana bisa datang kapan saja secara tiba-tiba ,tanpa diduga dan tak terhindarkan. Namun penangannya harus terencana.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Tuban Fathul Huda saat membuka apel kesiapan tim reaksi cepat (TRC) dan pelatihan dalam rangka menghadapi bencana yang digelar  di Alon-Alon Tuban, Senin (15/12/2014) pagi.

Menurut dia, bencana adalah sesuatu yang tidak pernah diharapkan. Namun terkadang tidak semua mampu menolaknya.

“Oleh karena itu semua harus belajar dari pengalaman agar sebelum bencana datang dapat diantisipasi sehingga meminimalisir. Bahkan jika mampu dapat menghilangkan dampak lebih besar dari kejadian bencana yang terjadi. Oleh karena itu kegiatan pelatihan teknis akan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman semua pihak dalam menghadapi dan menanggulangi bencana,” papar orang nomor satu di Pemkab Tuban tersebut.

Namun begitu,sambung Huda, Kabupaten Tuban memiliki limpahan rahmad berupa alam yang beragam. Mulai dari laut, sungai, lahan pertanian dan kandungan bahan tambang yang penuh dengan potensi untuk mendukung kemajuan ekonomi daerah.

“Hanya saja, apabila tidak dikelola dengan baik maka akan memberikan dampak yang negatif. Diantaranya potensi terjadinya bencana yang mengakibatkan kerugian bahkan menyebabkan korban jiwa. Oleh karena itu dalam mengelola potensi kekayaan alam harus dilaksanakan dengan penuh kearifan,” katanya.

Huda mengngkapkan, bahwa rangkaian bencana yang menimpa merupakan akumulasi dari ulah manusia sendiri. Saat ini daya dukung alam dalam merespon setiap fenomena alam yang terjadi semakin berkurang.

Dicontohkan terjadinya bencana banjir adalah akibat daya tampung sungai tidak mampu menampung debit dan volume air yang semakin meningkat.Kondisi di daerah hulu di mana lahan yang berfungsi sebagai daerah resapan air sudah semakin sedikit akibat penebangan hutan secara tidak teratur.

“Maka sudah pasti air hujan yang seharusnya dapat ditampung di daerah hulu saat inilangsung ke daerah hilir. Untuk itulah diharapkan semua masyarakat bersama-sama berbuat arif terhadap alam yang dikelola. Jangan mengeksploitasi alam tanpa adanya batasan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan itu sendiri dan memberikan kerugian pada diri sendiri,” katanya lagi.¬† ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author