Published On: Rab, Jun 22nd, 2016

Bupati Akan Ganti Kepala SKPD Tak Becus

TUBAN

seputartuban.com – Bupati Tuban, Fathul Huda, usai dilantik di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (20/6/2016) menegaskan akan mengganti kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak becus bekerja. Selain itu akan diberikan sanksi bagi yang tidak memiliki inovasi dalam memimpin SKPD-nya.

SEMANGAT BARU : Bupati dan Wakil Bupati Tuban saat usai menjalani pelantikan di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (20/6/2016)

SEMANGAT BARU : Bupati dan Wakil Bupati Tuban saat usai menjalani pelantikan di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (20/6/2016)

“Semua SKPD harus punya inovasi, bila tidak punya lebih baik mundur dari pada diundurkan,” katanya dengan nada kecewa.

Bupati mengharapkan kedepan semua SKPD harus memiliki program-program unggulan untuk menyukses program pemerintah. Tidak hanya itu saja, selain akan melakukan rotasi Kepala SKPD, dia juga akan menurunkan jabatan Kepala SKPD yang tidak dapat bekerja maksimal. “Tolong teman-teman wartawan untuk dikawal, kita akan benahi semua SKPD dan akan kita rotasi,” tegas Bupati.

Untuk masa jabatan 5 tahun kedepan periode 2016-2021, Bupati mempunyai satu tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Program yang selama ini sudah berjalan dengan baik akan terus ditingkatkan dan yang belum berhasil akan dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Menurut Bupati ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menggapai tujuan itu. Diantaranya dengan menekan angka kemiskinan, pengangguran dan pembangunan infrastruktur pendukung disektor pertanian, sebab 80 persen warga Tuban adalah petani. “Kita harus punya inovasi-inovasi baru agar program yang telah dibuat benar-benar berjalan dan sesuai dengan target,” imbuh Bupati.

Sementara saat ditanya terkait kinerja SKPD selama 5 tahun ini, Bupati tidak mau berkomentar. Namun, ia mengatakan bahwa hasil evaluasi atau raport dari kinerja SKPD sudah ada ditanganya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Margianto berkata:

    Salut utk bpk bupati,salah satu program utk kesejahteraan peternak, khususnya sapi potong adalah perlunya penghasilan harian utk peternak, misalnya dengan menjadikan kotoran sapi diolah menjadi bio gas, dan dimasukan ke dalam tabung gas LPG, sehingga bisa dijual ke pasaran, dengan demikian peternak punya penghasilan harian, sambil menunggu sapinya siap dijual/dipotong, entah bagaimana caranya pemerintah sebaiknya bisa membantu mewujudkan