Published On: Rab, Nov 9th, 2016

Buntut Demo Jakarta, HMI Luruk Polres Tuban

TUBAN

seputartuban.com – Sejumlah aktifis Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Tuban, Selasa (8/11/2016) mendatangi Mapolres Tuban untuk unjuk rasa. Terkait penangkapan aktivis HMI pusat dan kasus dugaan penistaan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama agar diproses hukum.

SUPREMASI HUKUM : Mahasiswa HMI Tuban saat ditemui Wakapolres dan Kabag Ops Polres Tuban

SUPREMASI HUKUM : Mahasiswa HMI Tuban saat ditemui Wakapolres dan Kabag Ops Polres Tuban

Mahasiswa menuntut sikap profesionalisme Polri atas dimankanya Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P. Tamsir, Sekjen HMI Ami Jaya dan pengurus lainya Ismail Ibrahim, Ranjes, dan Icel. Mereka diamankan karena dianggap menjadi dalang kericuhan pada aksi 4 November lalu.

Oleh aktifis dianggap Polisi kurang etika atas penangkapan terhadap kelima rekanya tersebut. Polri seharusnya bersikap netral dan tidak tebang pilih dalam menyikapi berbagai hal yang berkaitan dengan hukum, apalagi mengandung Sara.

Karena dapat berdampak memicu terjadinya perpecahan organisasi serta menimbulkan konflik di masyarakat jika tidak segera dilakukan tindakan tegas, “Kepolisian harus menindaklanjuti dengan tegas dalam menyikapi pelanggaran hukum yang dilakukan Basuki Tjahya Purnama. Padahal ia terbukti telah menistakan ayat Al-qur’an Surat Al-Maidah,” terang Muhammad Ali Musyafak (23), Kordinator aksi.

Menurutnya, peran pihak kepolisian kurang tegas dalam menindak lanjuti perkara dugaan penistaan agama yang semakin menimbulkan kontroversi itu. Sehingga tidak sepatutnya masyarakat disalahkan jika melaksanakan tindakan karena perkara tersebut sudah menyangkut pelecehan agama.

Selain itu, aktivis HMI menduga bahwa Polri bersikap tebang pilih dalam memberikan pelayanan hukum. Sehingga dikhawatirkan kasus yang saat ini tengah ramai diperbincangkan publik dapat hilang dengan tertutupi kasus baru. Jika proses hukumnya tidak segera diselesaikan. Lantas para mahasiswa itu mencontohkan kasus pelecehan atau penghinaan terhadap HMI yang tidak jelas proses hukumnya.

Beberapa waktu lalu. Saut Situmorang yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, telah menuding bahwa HMI adalah organisasi Korup. Sehingga ucapan tersebut memantik amarah keluarga besar HMI yang kini memilih menempuh jalur hukum sebagai upaya penyelesaianya. Namun sayang,  perkara melakukan penghinaan terhadap organisasi itu hingga saat ini tak jelas beritanya. Bahkan pihaknya menduga bahwa kasus tersebut sudah dihentikan.

“Kabar yang kami terima seperti itu, yakni pihak kepolisian telah menghentikan penyidikan atas kasus penghinaan atau pelecehan terhadap organisasi. Maka kami menghawatirkan jika perkara ini tidak dikawal akan terutupi oleh perkara baru,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu. Dihadapan mahasiswa, Wakapolres Tuban, Kompol Arief Kristanto menjelaskan perkara itu kini masih dalam penanganan Mabes Polri. Sedangkan lamanya proses hukum merupakan hal yang wajar. Karena untuk melakukan pengungkapan perkara tidak mudah.

“Sudah ditangani dan kita masih menunggu hasilnya seperti apa, sebab ini bukan wewenang kami. petugas melaksanakan penindakan hukumya secara profesional dan tidak asal-asalan. Kita tidak mungkin melakukan tindakan tanpa ada perkara yang mendasari.” lanjutnya.

Sedangkan kasus penegakan hukum, penuntasan dugaan penistaan agama, hal itu masih dilakukan penyidikan oleh petugas. Kepada para masa aksi ia menyarankan agar menunggu berlangsungnya masa penyidikan.

Usai ditemui Wakapolres Tuban, mahasiswa membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB dari ruang pertemuan. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos