Published On: Rab, Jul 16th, 2014

Buku-buku Terpajang Kaku, Internet Gratis Dibiarkan Teronggok

Kata orang, buku adalah jendela dunia memang benar. Membaca menambah pengetahuan juga sangat relevan karena selain sebagai sumber inpirasi, buka juga sebagai ladang referensi  . Hanya sayangnya, hal ini masih belum sesuai yang dicita-citakan Pemkiab Tuban dengan didirikannya Perpustakaan Umum yang terletak disebelah utara Jalan Sunan Kalijaga. Mengapa?

LENGANG: Seorang siswa perempuan tengah mencari buku di salah satu sudut etalase Perpustakaan Umum Tuban, Rabu (16/07/2014).

LENGANG: Seorang siswa perempuan tengah mencari buku di salah satu sudut etalase Perpustakaan Umum Tuban, Rabu (16/07/2014).

seputartuban.com–Dalam realita keseharian perpustakaan yang memiliki koleksi 17.000 eksemplar buku yang terangkum dalam 6.000 judul buku ini, ibaratnya seperti sebuah bangunan “kosong”.

Buku-buku mulai dari karya umum, sastra, fiksi, agama, filsafat, hukum, pertanian, peternakan, ekonomi dan bisnis serta politik hingga koran, majalah, termasuk bacaan anak-anak, ditambah pula dengan referensi tentang sejarah kota Tuban, ternyata belum banyak dimanfaatkan warga.

Kondisi ini cukup kontras dengan fasilitas internet gratis serta ruangan AC yang diikhtiarkan untuk bisa membuat betah warga sekedar singgah. Atau sekedar melihat-lihat.

Pantauan seputartuban.com, pengunjung yang hadir diperpustakaan tersebut rata-rata hanya 150 orang per hari. Sehingga kalau dirata-rata dalam sebulan ada 4.000 lebih sedikit saja. Angka ini cenderung tak bergerak karena mayoritas pengunjung yang datang setiap harinya adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai member.

Berdasarkan prosentase kelas pembaca terdiri dari pelajar 50 persen, mahasiswa  25 persen, guru 4 persen, PNS 3 persen, TNI/Polri  3 persen, swasta  8 persen dan lainnya  7 persen. Sehingga hal ini masih belum berimbang dengan jumlah buku yang disediakan.

TAK DIMANFAATKAN: Fasilitas internet gratis di Perpustaan Tuban yang tak banyak disentuh pengunjuung.

TAK DIMANFAATKAN: Fasilitas internet gratis di Perpustaan Tuban yang tak banyak disentuh pengunjuung.

Menurut bagian pelayanan Perputakaan Umum Tuban, Dwi Okta, kondisi di rumah baca ini memang dari dulu bisa dikatakan tak banyak perubahan dari sisi kunjungan.

“Artinya belum ada peningkatan pengunjung yang cukup signifikan. Terbukti dalam dua tahun terakhir ini belum pernah mencapai angka pengunjung diatas 6.000 per bulan. Apalagi kalau bulan puasa seperti ini  pengunjung cenderung malas datang,” papar dia, Rabu (16/07/2014) siang.

Kata Okta, perpustakaan yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas yang nyaman tersebut selama ini lebih didominasi kalangan pelajar untuk mencari referensi. Saat yang paling ramai adalah ketika jelang ujian nasional (UN) atau semesteran. Dimana para pelajar mendadak menjadi “kutu buku” sebagai penunjang belajar.

Sementara itu, staf bagian pelayanan internet Ulil, mengimbuhkan  ruangan yang dia jaga setiap harinya hanya dipadati oleh kalangan anak-anak pelajar yang mau cari gratisan internet.

“Pengunjung yang hadir di sini memang belum bisa dikatakan pada titik ramai. Ini bisa dilihat dari kursi yang disediakan untuk pembaca masih banyak yang kosong,” tandas Ulil.  AMIN

Facebook Comments

About the Author