Published On: Kam, Nov 17th, 2016

Bukti PT SI Berdayakan Masyarakat Rembang

TUBAN

seputartuban.com – Keseriusan PT Semen Indonesia (persero) Tbk dalam melakukan pembinaan Usaka Mikro Kecil Menengah (UMKM) serius. Saat kunjungan puluhan wartawan Tuban dan Bojonegoro dalam Media Gathering, Rabu (16/11/2016) yang diselenggarakan perusahaan.

BERKAMBANG : Siti Sri Murniati (38), salah satu pelaku UMKM batik binaan PT Semen Indonesia

BERKAMBANG : Siti Sri Murniati (38), salah satu pelaku UMKM batik binaan PT Semen Indonesia

Dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana sosial perusahaanya digelontorkan bagi masyarakat Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, untuk peningkatan ekonomi kerakyatan.

Beberapa UMKM binaan PT Semen Indonesia sudah berkembang, di Desa Karaskepoh, Desa Karasgede, Desa Polandak, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

Siti Sri Murniati (38) contohnya, atas bantuan PT. Semen Indonesia warga Desa Karaskepoh, untuk membesarkan usaha batiknya hingga dia meraih sukses. Kini, ia dapat meraup untung sebesar Rp 10 juta tiap bulan.

“Pintar-pintar memodifikasi sesuai minat pasar atau mengkombinasikan beberapa model batik sehingga dapat menciptakan motif baru seperti memperadukan motif batik Cina, Arab dan Jawa,” terangnya.

Sebelum menjadi usaha binaan Semen Indonesia, ibu 3 anak itu hanya berjualan di rumah. Namun setelah mendapat binaan, kini ia sukses mengembangkan usahanya dengan membuka lapak lebih besar dan strategis persis disebelah Timur Masjid Agung Lasem.

Sedangkan strategi pemasaran, selain melakukan penjualan produk melalui ajang pameran batik yang rutin diselenggarakan perusahaan, berbagai batik dengan 32 motif klasik dan 70 motif campuran tersebut juga dipasarkan melalui online.

“Pemasaranya sudah sampai luar jawa, terakhir pembeli batik saya dari hongkong melalui online. Meski tidak banyak, namun saya bersyukur karena batik diminati oleh masyarakat mancanegara” terang Juhartutik (34), warga Dusun Sumber, Desa Karaskepoh, pelaku UMKM binaan PT. SI lainya.

Diketahui, batik dari daerah setempat sangat diminati pasar karena tidak menggunakan dan menyertakan bahan kimia pada proses pembuatan dan pewarnaannya. Untuk memperoleh berbagai warna, mereka menggunakan kulit pohon mangga, kulit pohon jenis mimbo, dan kulit pohon mahoni sebagai pewarna alaminya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author