Published On: Sel, Jan 26th, 2016

Buka Pabrik Arak Usai Merantau, Digrebek Petugas

SEMANDING

PENGUSAHA BARU : Alat produksi arak di rumah Kanang Efendi (39), warga Desa Prunggahan Kulon RT. 03 RW. 04, Kecamatan Semanding saat digrebek petugas

PENGUSAHA BARU : Alat produksi arak di rumah Kanang Efendi (39), warga Desa Prunggahan Kulon RT. 03 RW. 04, Kecamatan Semanding saat digrebek petugas

seputartuban.com – Belum genap setahun berada dirumahnya, usai merantau dari Kalimantan, Kanang Efendi (39), warga Desa Prunggahan Kulon RT. 03 RW. 04, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, berurusan dengan hukum karena produksi arak digrebek petugas gabungan, Selasa (26/1/2016) pagi.

Usaha yang dibuka sejak 8 bulan lalu itu digrebek 38 petugas gabungan Pol PP Pemkab Tuban, Polisi dan TNI. Usaha.

Lokasi usaha di ruangan dapur rumah kanang. Saat petugas datang awalnya ditemui istrinya, namun beberapa saat kemudian Kanang yang menemui petugas. Dalam razia itu diamankan 5 botol arak yang barus saja selesai disuling. 1 unit dandang (tungku) untuk meramu arak dan LPG ukuran 3 Kg. Dia termasuk produsen arak kategori kecil, melihat barang yang disita tidak untuk kapasitas produksi banyak.

DIAMANKAN : Petugas menyita tungku alat penyulingan arak dari lokasi produksi arak milik Wahyu Sulastigno (45), warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban

DIAMANKAN : Petugas menyita tungku alat penyulingan arak dari lokasi produksi arak milik Wahyu Sulastigno (45), warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban

Razia kedua produsen milik Wahyu Sulastigno (45), warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban. Lokasi produksi berada di salah satu rumah warga Desa Prunggahan Kulon. Petugas mengamankan 50 botol arak siap edar, 1 buah dandang. 1 unit kompor berikut tabung gas ukuran 3 Kg, dan 1 jerigen arak yang belum dikemas.

Sedangkan lokasi ketiga gagal dirazia, karena rumah dalam kondisi kosong. Petugas tidak mendobrak pintu rumah dengan alasan tidak ada aktifitas masyarakat atau pemilik rumah.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan daerah Satpol PP Pemkab Tuban, Wadiono 3 lokasi tersebut sudah lama dijadikan target operasi. “Hari ini kami melaksanakan penindakan pada tiga titik. Dua diantaranya berhasil kami berhentikan aktifitasnya. Sedangkan satunya belum berhasil diberikan penindakan karena rumah yang menjadi target penindakan sedang tidak berpenghuni,” katanya.

Wadiono mengungkapkan pembuatan arak saat ini masih menjadi primadona karena biaya produksi murah, namun labanya melimpah. Dari data yang dimilikinya Pol PP Pemkab Tuban, menjual arak per-botolnya seharga Rp. 30 ribu sampai dengan harga Rp. 35 ribu. Sedangkan harga jual dipasaran (wilayah edar Tuban) untuk harga per-botolnya mencapai harga Rp. 50 ribu hingga Rp. 60 ribu. Selain itu masih banyaknya permintaan masyarakat untuk konsumsi arak menambah harga akan terus naik. “Faktor ini yang menjadikan beberapa pemroduksi arak yang sudah kami berikan penindakan enggan beralih profesi,” katanya.

Kedua produsen arak tersebut akan dipanggil ke Kantor Pol PP Pemkab Tuban. Untuk ditindak sesuai Perda nomor 16 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan kesehatan pasal 18 ayat 1 huruf a. Dengan ancaman kurungan penjara paling lama 3 bulan, atau denda paling banyak Rp. 50 juta. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author