Published On: Sen, Mei 25th, 2015

Budidaya Klengkeng Menguntungkan

KEREK

MULAI UNTUNG : Ali Imron saat merawat tanaman klengkeng

MULAI UNTUNG : Ali Imron saat merawat tanaman klengkeng

seputartuban.com – Karena sering rugi menanam jagung, Ali Imron (40), warga Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban beralih tanam klengkeng. Lahan 1 hektar di belakang rumahnya kini mulai mendapatkan hasil.

Awalnya 6 tahun lalu ia membeli pohon klengkeng 1 batang dengan harga Rp. 35 ribu. Kemudian membeli lagi 1 batang dengan harga Rp. 75 ribu.  Setelah berusia 5 tahun baru berbuah, dan dari situ dapat diketahui bahwa tanah disana bisa untuk ditanami pohon klengkeng dan dapat berbuah. “Awalnya saya dimarahi istri saya dan banyak orang beranggapan bahwa tidak bisa berbuah,” kata Imron, Minggu (24/05/2015).

SUBUR : Tanaman klengkeng berkembang baik, namun terkendala ketersediaan air

SUBUR : Tanaman klengkeng berkembang baik, namun terkendala ketersediaan air

Tes awal ini menguatkan niatnya untuk mengembangkan budidaya klengkeng. Dengan membeli bibit unggul dalam waktu 1 tahun sudah berbuah. Lahan 1 hektar ia tanami buah klengkeng sebanyak 230 pohon dan setiap pohon di beli dengan harga Rp. 250 ribu.

“Yang saya tanam ini buah klengkeng jenis diamon, mata lada dan pimpong. disela-selanya saya tanami pepaya jenis kalifornia,“ sambungnya.

Setelah 1 tahun, tiap pohon klengkeng menghasilkan rata-rata 3 Kg dan dijual dengan harga Rp. 35 ribu per-Kg. Dengan penjualan yang sangat mudah, karena di Tuban kebutuhan klengkeng masing tinggi, sedangkan belum ada yang membudidayakanya.

Bertani klengkeng tergolong mudah, karena dapat dipupuk secara organik atau menggunakan pupuk kandang. Namun kendala tersulit adalah ketersediaan air saat musim kemarau. Padahal agar menghasilkan buah berkwailtas dibutuhkan ketersediaan air yang cukup.

Meski terdapat kendala, bertani klengkeng cukup menguntungkan. Sehingga dia berkeinginan menambah pohon klengkeng sisi lahan yang belum ditanami. Namun dia terkendala harga bibit unggul yang mulai mahal. “Belum dapat modalnya,” imbuhnya.

Jika ditangani dengan serius oleh petani dan pemerintah komoditas ini masih sangat berpeluang besar menguntungkan petani. “Persoalan pengarian dan bantuan bibit sangat dibutuhkan. Ini bisa menyejahterakan petani kalau dikembangkan serius. Atau membuat centra klengkeng,” harapnya. MUHLISHIN

Facebook Comments

About the Author