Published On: Ming, Jan 17th, 2016

Bu Haeny Bicara Soal Kepemimpinan Hudanoor

TUBAN

PERTEGAS SIKAP : Kader Golkar Tuban - Bojonegoro saat pertemuan di Gedung Golkar Tuban

PERTEGAS SIKAP : Kader Golkar Tuban – Bojonegoro saat pertemuan di Gedung Golkar Tuban

seputartuban.com – Mantan Bupati Tuban 2 periode yang juga Ketua DPD Golkar Tuban, Haeny Relawati Rini Widyastuti, Jumat (15/1/2016) bicara soal kepemimpinan Hudanoor. Sejumlah persoalan dan ketimpangan pemerintahan diungkapkan oleh Haeny. Dan memastikan diri bahwa Golkar tetap selalu koalisi dengan rakyat. Hal itu diungkapkan usai pertemuan Kader Golkar Tuban dan Bojonegoro di Gedung Golkar Tuban.

Kader Golkar Tuban harus mengawal Pemkab Tuban selama 5 tahun kedepan. Sehingga harus selalu ditengah masyarakat agar mendapatkan aspirasi mereka. Apapun yang terjadi, Golkar selalu respon terhadap pemerintahan.

 “Golkar artinya, entah ada di pemerintahan ataupun tidak, tetap responsif dalam mengawal dan membantu pemerintahan dikabupaten Tuban. Jadi tidak ada yang baru bagi kita,” katanya.

Golkar bersama masyarakat akan terus mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar lebih baik. Aspirasi masyarakat tetap dijadikan dasar Golkar tetap berkarya.

“Sedapat mungkin apa yang kurang bermanfaat dengan kinerja pemerintahan esok, ini harus dijadikan saran pendapat dan teguran kepada kader Golkar untuk bangun dan bergerak. Intinya tujuan Golkar untuk bermanfaat ditengah tengah masyarakat,” terangnya.

Antipati politik jangan mengorbankan rakyat. Program Pemkab Tuban yang telah dilakukan selama 2 kali menjabat Bupati Tuban tidak semua dihilangkan. Jika baik untuk masyarakat harus tetap dipertahankan oleh kepemimpinan Hudanoor. “Kalaupun apa yang dirasa baik oleh masyarakat, namun tidak dilanjutkan, itu harus menjadi misi para kader untuk terus bergerak,” tegasnya.

Kondisi pembangunan di Kabupaten Tuban saat ini dinilai terbalik. Kepentingan masyarakat terabaikan, sedangkan pembangunan yang kurang langsung dapat dinikmati masyarakat semakin dikebut.

“Selain pembangunan yang kurang merata, banyak infrastruktur yang dibangun, namun itu semua kurang dibutuhkan masyarakat. Kantor-kantor dibangun, sedangkan fasilitas umum yang lebih dibutuhkan masyarakat justru terabaikan,” ungkapnya.

Baginya, apa yang digembar-gemborkan pihak Hudanoor saat pemerintahannya dulu, justru berbanding terbalik dengan kinerja mereka saat ini. “Dulu beliau-beliau yang dengan lantang mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur yang kita lakukan terlalu menghambur hamburkan dan kurang memihak pada kebutuhan masyarakat, justru saat ini mereka lakukan,” sambungnya.

Dia berpesan agar Pemkab mau mendengar keluhan masyarakat, sebab, apa yang lakukan hingga saat ini masih belum optimal. “Saya sering mendengar keluhan terkait Dana Desa agar dimaksimalkan,” pungkasnya. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. wong edan berkata:

    wis podo wae sek seng dadi Hudanoor utowo heny lelawani nek di golei seng elek tetep ono elek-e nek di gole’i seng apek yo tetep ono api’e. ojo mung masi sebelah mata, iku jenenge picek siseh.