Published On: Kam, Mar 19th, 2015

“Brambang” Goyang Pasar Tuban Cabai Anjlok

TUBAN

TETAP MEMBELI: Kenaikan bawang merah tak membuat membuat antusias warga berkurang.

TETAP MEMBELI: Kenaikan bawang merah tak membuat membuat antusias warga berkurang. (foto: WANTI TRI APRILIANA)

seputartuban.com-Kenaikan harga bawang merah atau biasa juga disebut brambang yang telah merambati sejak Februari lalu, tidak membuat warga berhenti membeli salah satu bumbu wajib  dapur ini.

Pada sisi lain, justeru harga cabai mengalami penuruan cukup drastis. Penurunan ini disebabkan hukum pasar sebab komoditas berasa pedas tersebut stoknya melimpah, Di Kabupaten Tuban sendiri terjadi panen raya.

Mafhud, salah satu pedagang sayur di Pasar Baru Tuban, menjelaskan harga bawang merah yang bulan lalu berhenti di angka Rp16.000 per kilo sekarang sudah berubah menjadi Rp30.000.

Namun begitu, lelaki yang sudah 30 tahun bergelut dengan bumbu dapur ini, mengatakan kenaikan bawang merah tak membuat usahanya merugi karena para konsumen tetap membutuhkan.

Mafhud yang mendatangkan bawang merah Probolinggo dan Nganjuk itu, membandrol harga untuk tiga kualitas dan ukuran. Yakni Rp 20.000 untuk kualitas rendah(kecil), Rp 25000 ukuran sedang dan Rp 30.000  untuk yang berukuran ukuran besar.

Kondisi pasar riil itu juga diamini Asaka, penjual bawang merah lainnya di Pasar Baru Tuban. Hanya saja, dia cuma menyediakan bawang merah berukuran besar.

“Karena kebanyakan pelanggan mencari bawang merah ukuran besar. Di bawah ukuran ini lakunya  sangat jarang,” katanya.

Sementara, meroketnya bawang merah berbanding terbalik dengan turunnya harga cabai keriting dan cabai rawit. Keriting yang sebelumnya tembus Rp 16.000 per kilonya hari ini turun ke Rp 15.000. Sedangkan cabai mengalami penurunan dari Rp 33.000 ribu per kilo hari menjadi Rp32.000.

“Untuk sementara ini menjadi evaluasi dan kami perhatikan dulu. Yang pasti saat ini kami jaga dulu stok yang di pasar harus ada. Agar tidak langka bagi konsumen maupun produsen,” terang  Kabid Perdagangan pada Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, Imron Achamady, ditemuji terpisah. WANTI TRI APRILIANA

Facebook Comments

About the Author