Published On: Ming, Feb 12th, 2017

Bosda Madin Akan Cair, Pengelola Jangan Bohong

seputartuban.com, TUBAN – Bantuan Oprasional Siswa Daerah (Bosda) penyelenggaraan  Diniah (Madin) sebesar Rp 8.173.340.000 tahun anggaran 2017 segera dicairkan. Saat ini masih dilakukan verifikasi data santri penerima  oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.

Kabid TK/SD Disdik Tuban, Witono

Berdasarkan data di Disdik Tuban, total anggaran Bosda Madin untuk kategori Ula sebesar Rp. 4,897,440,000. Sedangkan jenjang Wustho jumlah dana yang akan dicairkan sebanyak Rp. 3,275,900,000.

Pencairan dana akan dilakukan dalam 2 tahap. Yakni tiap 2 bulan sekali. Dana segar tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar di Madin. “Santri jenjang Ula berjumlah 27.208 santri. Mereka tersebar di 322 lembaga pendidikan, sedangkan santri jenjang Wustho berjumlah 10.999 Santri yang tersebar di 119 lembaga pendidikan,” terang Kabid TK/SD Disdik Tuban, Witono, kemarin.

Berdasarkan data tiap-tiap kecamatan jumlah Madin Ula di Kecamatan Bancar sebanyak 22 lembaga, Kecamatan Singgahan 11 lembaga, Kecamatan Soko 48 lembaga, Kecamatan Senori 10 lembaga. Kecamatan Kerek 9 lembaga, Kecamatan Widang 15 lembaga, Kecamatan Montong 17 lembaga, Kecamatan Parengan 13 lembaga, Kecamatan Palang 10 lembaga, Kecamatan Plumpang 24 lembaga.

Sedangkan di Grabagan 5 lembaga, Kecamatan Tambakboyo 15 lembaga, Kecamatan Tuban 11 lembaga, Kecamatan Jenu 28 lembaga, Kecamatan Bangilan 7 lembaga. Kecamatan Semanding 2 lembaga Kecamatan Merakurak 3w lembaga, Kecamatan Rengel 21 lembaga, Kecamatan Jatirogo 9 lembaga, Kecamatan Kenduruan 4 lembaga.

Sementara Madin Wustho,  4 lembaga berada di Kecamatan Bancar, 5 lembaga di Kecamatan Parengan, 3 lembaga pendidikan berada di Kecamatan Palang. 10 lembaga berada di Kecamatan Plumpang. 5 lembaga di Kecamatan Singgahan, 1 lembaga di Kecamatan Tambakboyo.

Di Kecamatan Tuban terdapat 4 lembaga, 5 lembaga pendidikan berada di Kecatan Montong, 5 lembaga berada di Kecamatan Semanding. 9 lembaga di Kecamatan Widang, 6 lembaga pendidikan di Kecamatan Bangilan. 16 lembaga  di kecamatan Soko.

12 lembaga di Kecamatan Senori, 3 lembaga di Kecamatan Kerek, 13 lembaga di Kecamatan Merakurak, 5 lembaga di Kecamatan Jenu. 5 lembaga di Kecamatan Jatirogo, serta 1 lembaga di Kecamatan Tambakboyo.

“Dana ini tidak berlaku untuk sarana oprasional guru atau ustadz. Mereka sudah mendapatkan honor, Itu sudah ada dana hibahnya sendiri. Jadi dana ini hanya berlaku untuk biaya operasional santri saja dan tidak diperuntukkan untuk oprasional lainya,” pungkasnya.

Dana Bosda Madin bersumber dari dana hibah penyelenggaraan pendidikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tuban tahun 2017, yang dicairkan pada semester pertama. Sedangkan semester kedua dari APBD Provinsi Jatim. ARIF AHMAD AKBAR.

Facebook Comments

About the Author