Published On: Jum, Mei 24th, 2019

Bojonegoro, Waspada…!!!, Makanan Mengandung Borak Beredar

 seputartuban.com, BOJONEGORO – Jelang Hari raya idul fitri 1440 Hijriah, peredaran sejumlah makanan yang mengandung borak banyak ditemukan di Pasaran, Selain borak, razia dari petugas gabungan yang sedang melakukan razia ini juga menemukan bahan baku jajanan yang sudah kedaluarsa.

Petugas memeriksa makanan dan minuman yang ada di salah satu pasar tradisional, Kabupaten Bojonegoro

Petugas gabungan dari Dinas Ketahanan pangan, Kesehatan, Perdagangan, dan Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, (23/05/2019) Kamis siang, melakukan razia peredaran makanan dan minuman, di sejumlah toko dan pasar tradisional.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa jenis makanan dan minuman berbagai merk hasil dari industri rumahan banyak di temukan memiliki kandungan Borak, selain borak ada juga pedagang yang mengaku lali, masih saja menjajakan dagangan yang di lapak mereka kendati sudah kedaluarsa.

Selain itu juga, beberapa jenis makanan yang beredar di pasar tradisional, tempat digelarnya razia siang tadi, di antaranya Pasar Kecamatan Sumberjo, purwosari, Kalitidu, Dander dan pasar deaa powates, juga banyak di temukan adanya makanan yang mengandung pewarna pakaian.

Petugas memberi himbauan terhadap pedagang akan bahayanya kandungan borak dan pewarna pakaian

Meski dapat berpengaruh pada kesehatan, para pedagang mengaku, tidak mengetahui adanya zat berbahaya pada barang dagangnya, ” kita tidak tahu kalau makanan ini mengandung borak dan pewarna pakaian, ” ucap salah satu pedagang yang ada di pasar kecamatan kalitidu.

” dan baru kali ini kita tahu kalau ini mengandung pewarna pakaian dan borak, kalau masalah bahan baku dan makanan yang sudah kedaluarsa ini, memang kita yang lalai, seharusnya sudah kita amankan di gudang untuk kita tukar barang yang baru, karena banyak pekerjaan sehingga tertinggal di lapak, ” imbuhnya.

Sementara itu, beberapa jenis produk makanan dan bahan baku yang terbukti kadaluarsa serta mengandung boraks, diantaranya produk tepung ditemukan di pasar Purwosari cincao di pasar Kalitidu serta garam di pasar Desa Sroyo Kecamatan Kanor, tidak dilakuakn penyitaan, melainkan hanya di ambil sampelnya guna penyelidikan dengan cara uji laboratorium, guna mengetahui besaran kandungan bahan di dalamnya.

Dengan kejadian ini, Endang Susilowati,  selaku KABID Konsumsi Dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, menghimbau kepada para pedagang untuk lebih selektif guna mendapatkan barang dagangnya , dan menunjukan ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya di anataranya borak dan pewarna pakaian.

” Dengan demikian, kita minta pedagang untuk menarik semua barang yang memiliki kandungan tersebut, untuk di kembalikam kepada produsen, dan tidak lagi menjual makanan yang dapat merugikam konsumen, ” Ucapnya. (MAM/YUS)

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos