Published On: Sen, Mar 28th, 2016

Bocah Ini Disunat Jin Terminal Jatirogo

JATIROGO

ANEH : Didik menunjukkan kelamin anaknya yang sudah disunat Jin

ANEH : Didik menunjukkan kelamin anaknya yang sudah disunat Jin

seputartuban.com – Warga Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban dihebohkan fenomena bocah disunat jin. Kejadian itu mengegerkan warga sekitar, bahwa sempat menjadi tontonan. Karena mereka setengah percaya atas kejadian aneh itu.

Dani Septiarahmawan (4), anak kedua Didik (37), yang sehari-hari tinggal di ruko Terminal Jatirogo itu menjadi tontonan warga. Karena selain ingin menyaksikan langsung hasil sunatan jin, juga ingin mendengarkan cerita dari keluarga.

Menurut penuturan Didik,  kejadian bermula saat istri dan anak pertamanya melihat kejadian gaib disekitar rumahnya. Nampak terdapat banyak orang yang sedang sibuk, seolah sedang terdapat seorang hajatan. Padahal tetangganya tidak ada yang sedang berpesta apapun.

Kemudian, Rabu (23/3/2016) pukul 14.30 WIB, Dani saat akan buang air kecil di depan rumahnya melihat sosok pria besa membawa pisau sambil memegangi kelaminya. “Saat itu anak saya tiba-tiba menjerit dan ketakutan melihat kelaminnya yang berubah sehabis pipis di depan rumah,” kata Didik kemarin.

Anak itu kaget dan takut melihat kelaminya berubah. Kondisi sudah habis disunat berbeda dengan sebelumnya. Dia menagis bukan lantaran merasa sakit, namun melihat keanehan pada kelaminya itu. Bahkan setelah kejadian itu kondisi kelaminya seperti habis disunat dan kering, sehingga dia tidak merasakan kesakitan sedikitpun.

“Habis disunat, ya sehat sehat saja anak saya, bahkan malam harinya berlarian seperti biasanya dan bermain bersama teman temannya. Dia hanya trauma dan ketakutan melihat burungnya berubah sambil teriak-teriak agar burungnya dikembalikan seperti semula,” lanjut Didik.

Atas kejadian aneh itu menyebar kabar kepada masyarakat sekitar. Sehingga warga berbondong-bondong mendatangi Ruko Didik untuk memastikan kabar itu. Bahkan menjadi bahan pembicaraan selama beberapa hari pasca kejadian.

Termasuk sejumlah aparat hingga mendatanginya untuk menanyakan perihal peristiwa aneh itu. “Sehari setelahnya, kita langsung syukuran sekaligus memanjatkan doa bersama. Agar nantinya tidak terjadi hal yang buruk menimpa anak saya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tuban, Saiful Hadi menjelaskan fenomena tersebut sebenarnya si anak mengalami paraphimosis. Yakni kelainan bentuk penis yang terjadi akibat satu keadaan kulup (kulit luar tepi kelamin) tidak bisa ditarik kebelakang, sampai kepala kelamin atau terdiam dileher penis.

Kalaupun dipaksa ditarik justru semakin membuat kepala kelamin terlihat. Sehingga seolah-olah seperti telah disunat. Kebanyakan terjadi lantaran penis sering dibuat main-main oleh anak dan tidak bisa dikembalikan. Untuk paraphimosis, anak harus tetap disunat untuk menghilangkan kulup yang menjerat penis.

Saiful menyarankan, idealnya usia anak dikhitan antara umur 10-11 tahun. Karena pada usia itu, si anak lebih mudah diajak berkomunikasi. Fungsi khitan membawa manfaat baik bagi kesehatan. Selain menurunkan resiko terinfeksi bakteri, juga bermanfaat menghilangkan tumpukan kotoran akibat terhalang kulit sehingga mencegah peradangan kronis dan menurunkan risiko kanker penis. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author