Published On: Ming, Des 4th, 2016

Blusukan Dandim Tuban Pastikan Penanganan Banjir Terintegrasi

TUBAN

seputartuban.com – Dandim 0811 Tuban, Letkol Inf Sarwo Supriyo, Jumat (2/12/2016) mengunjungi kawasan banjir di 4 kecamatan. Hal itu dilakukan untuk memastikan penanganan bencana banjir luapan sungai bengawan solo sudah terintegrasi.

LEBIH DEKAT : Dandim 0811 Tuban saat membagikan bantuan kepada masyarakat

LEBIH DEKAT : Dandim 0811 Tuban saat membagikan bantuan kepada masyarakat

Dandim blusukan untuk mengetahui secara langsung kondisi penanganan hingga kondisi korban. “Penanganan bencana sudah terintegrasi dengan melibatkan lintas lembaga dan lintas masyarakat. Posko-posko sudah berdiri semua,” ungkapnya.

Hasil pengamatan lapangan, perlu dilakukan mitigasi bencana dan ditindaklanjuti dengan konsisten dan berkelanjuta. Untu dapat mengurangi resiko, bahkan tetap dapat bertahan ditengah bencana. Tidak sekedar melakukan tanggap darurat bencana.

Diantaranya mewujudan Desa Tangguh Bencana yang sesungguhnya, bukan formalitas saja. Sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. “Masyarakat sadar dengan potensi bencana yang ada sekaligus bisa menyesuaikanya untuk dapat tangguh dan bertahan. Bahkan dapat mengelola dengan baik dan mandiri,” ungkapnya.

Dalam analisanya, sangat diperlukan pembangunan tanggul sungai bengawan solo. Kemudian optimalisasi asuransi pertanian program pemerintah, agar petani terdampak banjir tidak rugi banyak. Karena biaya bibit dan pupuk dan biaya tanam mendapat ganti rugi. “Mitigasi itu hal utama, termasuk membangun kesadaran warga untuk mengawasi keluarganya,” imbuhnya.

BERSAMA WARGA : Dandim 0811 Tuban. Letkol Sarwo Supriyo saat meninjau lokasi banjir

BERSAMA WARGA : Dandim 0811 Tuban. Letkol Sarwo Supriyo saat meninjau lokasi banjir

Dandim mencontohan pengelolaan bencana menjadi potensi, seperti ide Camat Rengel yang disampaikan kepadanya. Lahan pertanian yang terendam air, membutuhkan waktu 2 sampai 3 bulan agar air habis diserap tanah. Jika dapat dikelola, maka lahan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi ternak ikan keramba. “Saya sepakat dengan ide-nya itu bisa harmoni dengan kondisi alam,” tuturnya.

Karena banyaknya kepedulian masyarakat yang terus berdatangan membantu warga korban banjir, disarakan agar lembaga, perusahaan, kelompok masyarakat yang mau peduli agar berkoordinasi dengan posko. Agar dapat memberikan arahan sesuai data lapangan, mana saja yang lebih membutuhkan. Menghindari penumpukan atau bantuan ganda dilokasi yang sama, sementara korban lainya tidak mendapatkan bagian.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang peduli agar mereka berkoordinasi dengan Posko. Sehingga bantuan tepat sasaran dan tidak menyebabkan kesenjangan bahkan konflik sosial,” pungkasnya.

Diketahui, Dandim blusukan ke lokasi Banjir meliputi di Desa Pakis, Kec. Widang. Kemudia dilanjut ke Desa Kebomlati, Kec. Plumpang. Dilanjut ke Desa Tambakrejo, Kec. Rengal dan terakhir Desa Pandanwangi, Kec. Soko. Selain menyapa langsung ke rumah warga yang terendam, juga memberikan bantuan paket sembako. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author