Published On: Sen, Jan 18th, 2016

Bisnis Loakan Motor Masih Menjanjikan

JATIROGO

MENGUNTUNGKAN : Dagangan para penjual suku cadang bekas di Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban

MENGUNTUNGKAN : Dagangan para penjual suku cadang bekas di Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban

seputartuban.com – Bisnis suku cadang bekas sepeda motor nampaknya masih menjanjikan. Seperti di Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, para pedagang tiap hari selalu ramai didatangi pembeli. Karena barangnya masih relatif bagus, namun harganya murah.

Pedagang suku cadang bekas, Gunadi (59), mengaku bisnisnya masih ramai pembeli hingga dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dia juga menjual onderdil bekas dengan harga terjangkau. “Orang disini yang dicari murahnya mas,” katanya, Minggu (17/1/2016).

Harga jual mulai Rp. 10 ribu hingga Rp. 400 ribu tiap barang, tergantung jenis maupun kondisinya. Jika kondisinya masih sangat bagus, harga juga realtif lebih mahal dibanding kondisi yang biasa. Dalam sehari mampu memperoleh pendapatan Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu sehari atau sekitar Rp. 6 juta tiap bulan.

Untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya menjual onderdil bekas. Namun juga membeli barang bekas yang masih dianggap layak jual. Dengan syarat bukan hasil curian.

Rachmad (34), pedagang lainya juga mengaku siap membeli barang bekas. Apalagi jika barang tersebut masih bagus dan sangat dicari, sedangkan dipasar bekas sudah jarang ditemui. Dia sanggup membelinya dengan harga pantas. “Asal jangan barang yang bermasalah. Sekarang ini barang sedang kosong adalah jenis barang untuk motor-motor matic. Kalau barangnya masih mulus dan stok lagi tidak ada pasti saya beli,” katanya.

Meski begitu, harga tertinggi yang dipatok mengacu pada daya jual barang itu sendiri, minimal tidak berbeda jauh dengan harga jualnya, sekitar 5 persen. Namun kalau memang jenis barang tersebut sedang banyak dipesan oleh pelanggan tentu bisa dinegosiasikan kembali. “Namanya juga usaha yang penting sama-sama tidak dirugikan,” tandasnya.

Untuk mencukupi stok dan permintaan pembeli, para pedagang mendatangkan onderdil bekasnya dari Surabaya dan Kudus. USUL PUJIONO

Facebook Comments

About the Author