Published On: Jum, Des 6th, 2013

Bertani Pepaya Hasilnya Menggiurkan

Share This
Tags

MERAKURAK

seputartuban.com – Bertani buah pepaya bukan pekerjaan sulit, dan potensi pendapatanya hingga puluhan juta rupiah. Seperti yang dilakukan Sulantip Wibawanto (39), warga Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

pepaya tuban

POTENSI : Pepaya buah menjanjikan hasil menggiurkan

Tepat dibelakang rumah bapak 3 anak itu berjajar sekitar 54 tumbuhan pepaya jenis Calina IPB 9. Lahan seluas 15 Meter x 25 Meter itu penuh dengan pohon pepaya berumur 4 bulan, terhitung sejak 6 Agustus 2013.

Tanaman komoditi layak jual ini terus berkembang dan bahkan sudah berbuah. Setiap pohon dapat menghasilkan puluhan pepaya. Jenis pepaya ini memiliki ciri lonjong, kecil dan manis. Bahkan tingkat kemaisannya sampai kadar 11 Brux sampai 12 Brux atau kategori manis.

Saat ditemui di rumahnya, Kamis (05/12/2013), Sulantip menuturkan bahwa usaha ini sudah 2 kali digelutinya. Sebelumnya, usaha yang sama dengan banyaknya dan jenis pepaya yang sama pula. Hasilnya dalam masa panen, setiap 1 minggu ada 1 buah setiap pohonnya. Ukuran buah bisa mencapai 5 sampai 6 Kg.

Keuntungan yang diperolehnya lumayan banyak. Lahan pepaya miliknya bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp. 8 juta sampai Rp. 10 juta per-bulan. Sehingga untuk 2 kali panen sudah dapat digunakan menutup biaya pembelian bibit Rp. 3.500 setiap pohon, serta pembelian pupuk kandang.

Perawatan tanaman ini sangat mudah. Pohon cukup ditanam, selam 4 bulan pertama diberi pupuk setiap bulannya. Pohon akan bertahan selama 3 tahun. “Yang penting tidak tergenang air selama 4 hari agar batangnya tidak busuk. Kalau perawatan mudah, apabila ada kutu daun tinggal diberi obat saja, ” katanya.

Ditanya penjualan, jenis pepaya ini merupakan pepaya yang laris dipasaran. Sehingga dapat dijual di Supermarket atau toko buah. Dengan harga jual diatas pepaya biasa, Apabila pepaya umum biasa seharga Rp. 2.500 per -Kgnya, pepaya jenis ini bisa laku terjual Rp. 4.500 per-Kgnya. “Makanya saya jual di supermarket dan toko buah. Harganya bisa mahal, karena peminatnya juga banyak, saya sampai tidak bis melayani banyak,” lanjutnya.

Untuk modal awal, dirinya mengaku membutuhkan modal sebesar Rp 10 juta. Dipergunakan untuk pembelian bibit, pupuk dan perawatan lahan. Dilakukan karena lahan miliknya sebelumnya tidak terawat. Sehingga diperlukan perawatan agar pohon pepaya lebih tinggi dari permukaan tanah. “Saya pinjam PT. Semen Indonesia awalnya Rp. 10 juta. Saya beli bibit dan perawatan lahan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai berkembang,” ungkapnya. (han)

Facebook Comments

About the Author