Published On: Jum, Mei 23rd, 2014

Berkas “Jagal” Paman Masih Ditelaah

TUBAN

AKP WAHYU HIDAYAT: Sudah dilimpahkan tapi belum P-21 karena masih diperiksa kejaksaan.

AKP WAHYU HIDAYAT: Sudah dilimpahkan tapi belum P-21 karena masih diperiksa kejaksaan.

seputartuban.com-Tragedi baku bunuh antara keponakan dan paman di Desa Margosuko, Kecamatan Bancar, tak lama lagi segera digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tuban. Ini setelah  berkas perkara pembunuhan berlatar dendam yang dilakukan Sempuk Adi Saputra, warga RT 11 RW 03 Dusun Kandang, Desa Margosuko, atas pamannya sendiri, Tarmu, 22 April lalu dilimpahkan ke kejaksaan setempat.

Berkas perkara pembunuhan tunggal yang dilakukan lelaki 43 tahun itu dinyatakan lengkap, setelah sebelumnya disempurnakan dengan gelar keler ulang yang dilakukan di lapangan belakang Mapolres Tuban, Selasa (06/05/2014).

Selain rekontruksi, hasil contoh darah di sabit yang digunakan Sempuk untuk mengakhiri hidup pamannya itu usai diperiksa tim Labfor Polda Jatim. Sehingga, alat bukti dan beberapa saksi sudah tertera dalam berkas koronologi tragedi berdarah di galengan tegalan dusun kelahiran Sempuk.

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Wahyu Hidayat, berkas kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan beberapa hari lalu. Hanya, berkas tersebut sampai kini belum dinyataan lengkap. “Sudah dilimpahkan tapi belum P-21 (sempurna), karena masih diperiksa kejaksaan,” singkat Wahyu.

Dari pemberitaan sebelumnya, dendam kesumat yang melatari rajapati itu membuat Sempuk harus meringkuk di sel tahanan. Setahun sebelumnya korban pernah memukul tangan Sempuk hingga patah dan cacat permanen. Gegeran ini dipicu karena sapi korban memasuki depan rumahnya.

Ternyata memori itu belum hilang sepenuhnya dari pikiran Sempuk. Mesti sempat didamaikan oleh keluarga tapi akhirnya Sempuk muntab juga. Ibarat kata, darah yang tumpah harus ditebus dengan darah pula. HANAFI

Facebook Comments

About the Author