Published On: Kam, Feb 11th, 2016

Berkabung, Mayor Ivy Safatillah Sang Tiger Shark Putra Tokoh Tuban

TUBAN

Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah, bersama istri dan kedua putranya/foto keluarga

Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah, bersama istri dan kedua putranya/foto keluarga

seputartuban.com – Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah pilot pesawat Super Tucano TT-3108, meninggal dunia saat menuju rumah sakit. Pesawat saat test flight, Rabu (10/2/2016) jatuh di pemukiman warga kawasan Jalan LA Adisucipto, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Faisol Rozi, warga kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, menerima kabar duka meninggalnya putra kelahiran 9 April 1979 itu perjalanan menuju Malang. Melalui Ponselnya dia dihubungi menantunya (istri korban), Dokter Diana Fitri bahwa Safatillah sudah meninggal dunia.

Mendengar kabar itu, kemudian mengurungkan perjalananya menuju Malang dan balik kerumah. Kabar itu kemudian tersebar kepada warga hingga rumah Ketua IPSI Tuban dan Ketua PAMMI Tuban itu ramai didatangi masyarakat. Untuk menanyakan kabar itu dan beberapa lainya menyampaikan bela sungkawa.

Sebenarnya dia dan keluarganya meminta jenazah perwira menengah lulusan akademi angkatan udara tahun 2000 itu dimakamkan di Tuban. Namun karena permintaan menantunya sebagai ahli waris jenazah, dia merelakan anaknya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Yogyakarta.

Sehingga pihak keluarga akan pergi ke Yogyakarta melalui jalur darat. Untuk mengiring persemayaman terakhir Mayor yang bertugas sebagai instruktur pesawat Super Tucano di Skuadron Udara 21 Lanud Abdurrahman Saleh, Malang itu. “Saya tidak berhak menolak karena itu permintaan istrinya” terang Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban itu. Rabu, (10/09/2016) sore.

Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah, bersama istri dan kedua putranya/foto keluarga

Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah, bersama istri dan kedua putranya/foto keluarga

Semasa hidupnya, mayor yang memiliki julukan Tiger Tiger Shark itu menghabiskan masa kecilnya hingga menjelang remaja di Kabupaten Tuban. Kemudian pindah ke Kabupaten Magelang untuk menempun pendidikan tingkat SMA. Selanjutnya kuliah di Universitas Merdeka Malang hingga meraih gelar Sarjana Sosial.

Kemudian ia menempuh karir militer lulus dari Akademi Angkatan Udara pada Tahun 2000. Kemudian pada tahun 2011, dia bersama pilot AU lainya pernah mengikuti pelatihan pesawat Super Tucani di Brasil. Bapak 2 anak itu juga pernah sebagai pilot pesawat intai tempur OV-10 Bronco. Serta pernah menjadi personel Tim Aerobatik TNI AU (Jupiter Aerobatic Team) dengan call sign J-662.  Penghargaan yang diterimanya adalah tanda kehormatan Dharma Nusa, Dwidya Sista, dan Kesetiaan

Saat ditemukan usai insiden kecalakaan pesawat latih bermesin turboprop sayap itu, Ivy berada sekitar 4 KM dari lokasi jatuhnya pesawat anti gerilya itu. Dia meninggal dunia saat menuju rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Diketahui, pesawat super tucano dibeli dari Embraer Defense System, Brasil. Mampu digunakan untuk patroli perbatasan dan operasi penumpasan pemberontakan. Selain itu juga tidak dapat dideteksi sinyal maupun visual radar, karena ukuranya yang kecil dan mampu terbang rendah dalam kecepatan tinggi. Keamananya juga disertai pelindung baja disekitar kokpit maupun bagian sistemnya. ARIF AHMAD AKBAR

Facebook Comments

About the Author