Published On: Sab, Des 2nd, 2017

Berharap Penanganan Bencana Bukan Formalitas Saja

seputartuban.com, MONTONG – Masyarakat berharap penanganan bencana tidak hanya formalitas saja. Hanya kegiatan awal tanpa ada tindakan nyata dalam keseharian, sistem yang siap dalam penanganan bencana. Baik dalam kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pasca bencana.

BANJIR KIRIMAN : Saat kondisi sungai Desa Guwoterus sedang meluap hampir sampai ke badan jalan poros Kecamatan Montong – Kecamatan Singgahan

Saat musim hujan, salah satu wilayah yang sangat beresiko bencana banjir bandanga dalah di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong. Karena sungai yang mengalir di desa setempat menjadi muara sungai dari beberapa desa se Kecamatan Montong. Sistem peringatan dini bencana, sistem tanggap darurat dan lainnya belum disiapkan secara nyata.

Seperti diungkapkan tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Abdul Muchith, dia mengungkapkan beberapa waktu lalu pernah ada pertemuan tentang kebencanaan. Bahkan sudah diberi kaos dan mengusulkan pengurus ke Kabupaten, namun nyatannya sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya.

“Kegiatan itu ya sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Diterangkan tentang bencana, disuruh buat pengurus dan pulang diberi kaos. Setelah itu tidak ada apa-apa lagi. Ada perwakilan yang diberi pelatihan di Tuban tapi ya tetap tidak ada kesiapan nyata secara sistemnya,” kata tokoh pendidikan itu, Jumat (1/12/2017).

Senada disampaikan Koordinator Pendekar Siaga, Hery Prasetyo, masyarakat secara mandiri mencari informasi tentang potensi terjadinya bencana banjir bandang. “Seperti malam Sabtu kemarin, warga semua resah karena akan banjir bandang, signal ponsel juga hilang karena saat mati lampu. Kondisi itu sangat meresahkan warga, belum ada sistem yang disiapkan untuk penanganan bencana secara terpadu,” katanya.

Wilayah yang jadi langganan banjir mestinya dilakukan pemetaan wilayah mulai menentukan sistem peringatan dini, sistem komunikasi dengan wilayah hulu sungai, lokasi evakuasi, kesiapsiagaan relawan dengan kemampuan khusus hingga sistem pendukung lainnya. “Ya tidak ada sama sekali, jangan sampai karena lemahnya perhatian dan keseriusan ini akan mengorbankan masyarakat kita,” harapnya.

Hasil pantauan seputartuban.com, penanganan bencana terintegrasi dan tersistem nampaknya belum terwujud tidak hanya di wilayah Kecamatan Montong. Beberapa wilayah lain, juga dalam kondisi serupa. Masyarakat secara mandiri mencari informasi, hingga berupaya evakuasi diri agar tidak menjadi korban bencana.

“Potensi masyarakat yang melimpah itu dapat dikelola menjadi sebuah kekuatan untuk penangganan bencana. Tinggal kita saja dapat mengelola dengan serius apa tidak. Atau hanya formalitas atau tidak,” tegasnya. (NAL)

Facebook Comments

About the Author

komentar dengan santun

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>