Published On: Kam, Sep 27th, 2012

Berharap Miliki Sanggar Tari, Sebagai Upaya Pelestarian Budaya

Share This
Tags

Penulis: Hanafi

SEMANDING

seputartuban.com – Liuk gerakan Dewi Rengganis (29), warga Dusun Taragan, Desa Prunggahan Wetan, RT. 02, RW. 02, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menari remong, Selasa (26/09/2012) diacara siraman Waranggono menyita perhatian para pengunjung acara.

Dirinya memeragakan Tari Remong, yang merupakan seni tari kesukaannya sejak kecil dan mulai menggeluti dunia tari sejak usia 3 tahun. Putri pasangan Sumardi dan Ismiati ini semula belajar karena suka dan mempelajari banyak jenis tarian. “Pertama saya lihat tari, terus saya suka. ya sampai sekarang terus nari, ” tuturnya.

Gadis yang masih belum berkeluarga ini nampaknya mewarisi darah seni dari ayahnya sebagai pramugari dan ibunya mantan Waranggono, sehingga dirinya piawai menari.  Sejumlah tarian dikuasainya mulai Tari Miyang, Tari Lencir Kuning, Tari Gacar Kacang, Tari Mojo Putri. Dan sudah mengantarkan dirinya menjadi berprestasi dalam sejumlah kompetisi tari.

Terbukti dengan menyabet juara 1 penyaji tari terbaik, juarai 1 penata tari terbaik, juara 1 busana tari dalam festival Karya Tari Jatim ” Cak Durasin” Surabaya. Tidak hanya itu, dalam festival yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Pekan Seni Guru di Pamekasan, Kabupaten Madura juga meraih juara 1 penari beregu Tari Remong. “Dapat tropi dan uang pembinaan, ” ujarnya.

Lebih lanjut, penari lulusan Sekolah Teknik Kesenian Wilatikta (STKW) Surabaya ini berharap selain dapat menjadi lahan pekerjaanya selama ini. Juga berharap dirinya dapat membuka sanggar seni tari, dengan harapan dapat membina generasi muda untuk cinta dan mengembangkan tari di Bumi Ronggolawe.

“Saya bercita-cita mempunyai sanggar seni tari, itu keinginan terbesar ku. Alasannya yang paling utama karena seni tari harus dilestarikan, ” pungkasnya.

Foto : Dewi Rengganis saat di acara siraman waranggono di Pemandian Bektiharjo

Facebook Comments

About the Author

Videos