Published On: Sen, Nov 9th, 2015

Berawal Jualan Rencek Kini Jadi Langganan Para Bintang

Share This
Tags

SEMANDING

HASIL KERJA : Rustamaji menunjukkan gazebo hasil buatanya yang sudah dibeli konsumen

HASIL KERJA : Rustamaji menunjukkan gazebo hasil buatanya yang sudah dibeli konsumen

seputartuban.com – Sabar dan Ikhlas kunci kesuksesan yang diraih Rustamaji, pemilik UD Putra Tunggal Jaya, Jalan Mojopahit no. 14, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Berawal jualan kayu bakar (rencek) kini usahanya berkembang pesat. Bahkan menjadi langganan para petinggi Polri untuk memenuhi kebutuhan mebelair pribadi maupun kantor.

Jalan terjal dilalui bapak 3 anak itu dalam menapaki kehidupanya. Ia menjadi yatim beberap bulan usai dilahirkan, karena ibunya meninggal pasca persalinan. Rustamaji kecil tinggal bersama ayahnya dirumah reyot.

Atap rumah dari daun jati dan dinding bambu dan luas rumah tidak seberapa. Namun dengan sabar dan ikhlas kini ia berubah 360 derajat dari kehidupan lampaunya. “Saya kerja 2 tahun ikut penggrajian kayu hasilnya Rp. 600 ribu itu dari arisan. Lalu saya belikan sepeda motor,” ungkapnya.

Rasa bangga dan syukur yang teramat besar dirasakan Rustamaji muda. Karena ditengan keterbatasannya ia mampu membeli sepeda motor. “Itu sekitar tahun 1997”, imbuhnya.

Setahun kemudian saat krisis moneter, sepeda motor itu dijual laku Rp. 1.300.000. Karena keingina membuatan rumah yang layak bagi ayahnya kemudian dibelikan kayu Rp. 600 ribu. “Itu hanya dapat tiang dan kuda-kuda rumah dari kayu, sisanya Rp. 700 ribu jika saya belikan kayu semua masih belum jadi rumah. Sehingga uang itu saya pakai beli rencek saya jual ditempat kerja di Kerek,” tutur pria yang juga mantan atlit silat itu.

Rustamaji beserta keluarga

Rustamaji beserta keluarga

Ketelatenan, keseriusan dan keikhlasan yang dilakukanya berbuah manis. Setelah menjual rencek bertahun-tahun hingga akhirnya memberanikan diri membuat tempat pengolahan kayu. “Kuncinya kita harus ikhlas dan sabar, pasti Allah SWT mengganti bahkan menambahinya. Selain itu kita harus tulus kepada orang tua. Kalau bisa pahala juga tidak usah dipikirkan,” katanya.

Rustamaji yang dulu penuh dengan pahit dan getirnya kehidupan, kini ia merasakan berneda. Langganan hasil produksi perabot kayunya untuk keperluan kantor maupun pribadi tidak pernah sepi pesanan, meski sekalipun tidak pernah mengikuti tender proyek dari pemerintah.

“Kita jaga kwalitas dam jangan rakus untuk menjaga kepercayaan. Saya pernah diminta memenuhi pesanan bangku sekolah se kabupaten, namun saya tolak. Saya ambil sesuai kemampuan produksi saya saja,” jelasnya.

Usaha Rustamaji selain dikenal dikalangan umum, juga memiliki pasar khusus dilingkungan Polri. Untuk pribadi maupun kantor anggota maupun sejumlah petinggi Polri. “Alhamdulillah sudah bertahun-tahun dipercaya, semoga bisa menjaga kepercayaan ini. Pesanan mulai kusen, pintu, jendela, gazebo, joglo, ukiran, kaligrafi dan lainya,” ungkapnya.

Jerih payah H. Rustamaji, bapak 3 anak itu kini dapat dinikmati. Rumah dan mobil sederhana selalu menemani hidupnya. Bahkan sudah mulai membangun padepokan bocah angon di desa setempat. “Padepokan saya berinama bocah angon, karena dulu awalnya saya menggembala (angon) sampai seperti ini,” pungkasnya.

Pria ini pernah menjuarai kejuaraan pencak silat semen gresik tahun 1996. Serta menerima medali emas Bupati Cup H. Hindarto. Ditengah kesibukanya, hingga saat ini masih mengabdi sebagai pengurus cabang Persaudaraan Setia Hati (PSHT) Cabang Tuban. MUHAIMIN

Facebook Comments

About the Author