Published On: Sab, Apr 21st, 2018

Berawal Iseng, Pengrajin Miniatur Kapal Beromzet Jutaan Rupiah

seputartuban.com, TAMBAKBOYO – Berawal iseng membongkar mainan mobil remote control (RC) anaknya, kini Muhammad Bisri Mustofa (32), warga Desa Pabeyan, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban memiliki pekerjaan menjadi pembuat miniatur kapal RC. Usaha yang ditekuninya itu, kini sudah beromzet jutaan rupiah tiap bulannya.

TELATEN : Bisri saat membuat miniatur kapal dengan telaten

Bisri, panggilan akrab Muhammad Bisri Mustofa, Jumat (20/4/2018) saat ditemui di rumahnya, mengatakan dia mengawali ide membuat miniatur kapal RC tanpa sengaja. Pada 2016 lalu dia mencoba sesuatu yang baru. Yakni dengan membongkar mobil RC mainan anaknya, kemudian dibuat bahan miniatur kapal. Mesin mobil RC tersebut dipakai sebagai mesin miniatur kapal yang sebagian lainnya dibuat

Miniatur Speed Boat yang sudah laku dijual

dari triplek dan viber.

Awal yang dibuat adalah miniatur kapal toug boat atau kapal penarik tongkang. Hasil karyanya tersebut di aploud melalui jejaring sosial facebook (FB), ternyata diminati warga Kabupaten Jombang dan laku dibeli Rp. 1,5 juta.

Kemudian dia makin tertarik mengembangkannya. Produk pertama tersebut disempurnakan hingga dapat melaju kecepatan pelan atau kecepatan tinggi sesuai pengendali RC. Serta saat belok juga dapat manuver secara pelan dan sempurna menyerupai aslinya. “Alhamdulillah produk awal langsung laku orang Jombang,” katanya.

Miniatur Kapal Perang yang sudah laku dijual

Kemudian dia terus mengembangkan usahannya itu melalui promosi FB. Ternyata banyak peminat yang memesan hasil karyanya. Miniatur kapal berbahan triplek 3 mm berlapis viber makin banyak pesanan. Dia mengerjakan pesanan pembeli setiap sepulang dari aktivitas nelayan. “Biasanya saya kerjakan waktu malam,” imbuhnya.

Dengan menggunakan alat seadannya, yakni cutter, penggaris, cetakan viber dan gergaji, dalam sebulan dia mampu membuat 2 unit miniatur kapal berbagai bentuk. Mulai toug boat, speedboat (kapal cepat), kapal daerah, kapal nelayan hingga kapal perang militer dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter. Dia juga mampu memberikan ornamen kapal sesuai pesanan atau aslinya, serta memberikan motif menyerupai aslinya.

Dengan harga bervariasi, untuk tanpa mesin Rp. 1 juta sampai Rp. 2,5 juta. Sedangkan pakai mesin Rp. 2,5 juta sampai Rp. 5 juta. “Pesanan mulai Kalimantan, Aceh, Tangerang, Jakarta, Surabaya, Jawa Tengah dan lainnya, semuanya melalui FB,” ungkapnya.

Bapak satu anak itu memastikan kualitas miniatur kapalnya bertahan lama meski pakai bahan triplek berlapis viber. Bahkan bertahan di air asin, karena sudah dilapisi cairan khusus. “Soal kualitas saya berani jamin bertahan lama. Orang beli mulai dipakai pajangan sampai dipakai balapan,” tuturnya.

Kendala yang dihadapai Bisri saat ini adalah pemasaran dan permodalan. Karena pemesan harus bayar uang muka dulu, baru dia mau membuat pesanan. Karena bahan miniatur membutuhkan modal awal. Selain itu dia pernah memiliki pengalaman, pesanan yang telah selesai dibuat, tidak jadi dibeli. “Agar pesanan bisa lebih banyak dan modal kalau banyak bisa semakin besar,” tegasnya.

Saat ini, dari menjual miniatur kapal, pria penyuka vespa itu dapat menambah penghasilan tambahan untuk keluargannya. “rata-rata tiap bulan ada 2 pesanan, alhamdulillah menambah ekonomi keluarga,” pungkasnya. RUSWANTO

Facebook Comments

About the Author